Kokobin, Cokelat Isi Biji Kopi Utuh dari Tasikmalaya, Laris Manis dan Kalahkan Penjualan Kopi Bubuk

Penulis: Mardian Syah  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 19:20:49 WIB
Produk cokelat isi biji kopi utuh asal Tasikmalaya, Kokobin, menjadi primadona di tengah maraknya penjualan kopi bubuk.

TASIKMALAYA — Produk yang baru enam bulan dipasarkan ini langsung menjadi primadona di tengah maraknya pilihan kopi bubuk. Konsep baru yang ditawarkan Kokobin disebut-sebut menjadi pemicu utama tingginya minat konsumen.

Apa yang Membuat Kokobin Berbeda dari Kopi Biasa?

Alih-alih menyajikan kopi dalam bentuk bubuk seduh, Kokobin menghadirkan sensasi mengunyah biji kopi utuh yang dibalut cokelat. Ika, karyawan sekaligus saudara pemilik usaha, menilai keunikan inilah yang membuat banyak orang penasaran.

"Mungkin karena produk ini masih baru. Kalau kopi bubuk sudah banyak dijual di mana-mana, sedangkan Kokobin menawarkan sesuatu yang berbeda," ujarnya saat ditemui di booth Desa Wisata dalam event Jayantara Priangan Timur 2026, akhir pekan lalu.

Biji Kopi Arabika Disangrai, Lalu Didiamkan Semalaman

Untuk menghasilkan cita rasa khas, Kokobin tidak menggunakan kopi robusta hasil perkebunan desa setempat. Sebaliknya, biji kopi arabika didatangkan dari luar daerah sebagai bahan baku utama.

Proses produksinya pun tidak sembarangan. Sebelum dibalut cokelat dan bahan lainnya, biji kopi harus melalui proses penyangraian terlebih dahulu. Setelah itu, biji kopi didiamkan minimal satu malam.

"Prosesnya sebenarnya tidak terlalu lama, tapi kopi memang harus didiamkan dulu setelah roasting karena kalau langsung diolah rasanya akan beda," ungkap Ika.

Dibanderol Rp23 Ribu per Kemasan, Dibina Bank Indonesia

Saat ini, Kokobin dipasarkan di wilayah Tasikmalaya dengan harga Rp23.000 per kemasan. Produk ini telah ditetapkan sebagai salah satu produk unggulan UMKM Kabupaten Tasikmalaya dan mendapat pembinaan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya.

Usaha olahan kopi yang dirintis keluarga Ika sejak 2020 ini awalnya hanya memproduksi kopi robusta murni serta kopi rempah tanpa gula. Kopi rempah itu memadukan jahe, kapulaga, kayu manis, dan cengkeh. Pemanfaatan kopi robusta sebagai bahan baku utama memang dipilih karena Desa Sukawangun dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi robusta di Kecamatan Karangnunggal.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: radartasik.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top