JAWA BARAT — Perjalanan ke Sumatra Utara tidak melulu tentang Danau Toba. Sekitar dua jam berkendara dari Kota Pematangsiantar, ada Desa Wisata Sait Buttu yang tengah bertransformasi. Kawasan ini bukan sekadar desa biasa; ia menjadi percontohan bagaimana satu wilayah bisa menghidupi dirinya dari tiga sektor sekaligus: perkebunan kopi, perlebahan madu, dan pengelolaan wisata oleh warga setempat.
Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Anton Pitono, menyebut desa ini punya ekosistem lengkap yang jarang ditemukan di tempat lain. "Di sini kebetulan ada sebuah ekosistem yang lengkap. Ada madu, ada kopi, kemudian Pokdarwis yang semuanya coba kami gabungkan menjadi satu sehingga menjadi tujuan wisata," ujarnya saat meninjau lokasi, Sabtu (1/8).
Daya tarik utamanya terletak pada keterlibatan warga. Anda tidak hanya membeli produk, tetapi berinteraksi dengan petani dan pengelola yang bercerita langsung tentang proses produksi. Ini nilai jual yang sulit dicari di tempat lain: wisata edukasi rantai pasok komoditas lokal.
"Yang kami bangun bukan hanya individu-individu, tetapi juga kelompok. Ada kelompok madu, kelompok petani kopi, dan kelompok sadar wisata," jelas Anton.
Bantuan teknis yang diberikan cukup spesifik. Untuk sektor madu, BI memfasilitasi pembangunan rumah penangkaran, pendampingan produksi, hingga menghadirkan peneliti dari berbagai lembaga untuk memperkuat kompetensi pelaku usaha. Sementara untuk pariwisata, dibangun infrastruktur jalur sepeda dan penyediaan unit sepeda.
Model ini dirancang agar desa wisata tidak bergantung pada satu musim atau satu pembeli. Dengan daya saing yang kuat, UMKM lokal diharapkan bisa memperluas skala usaha secara mandiri.
Untuk informasi tarif masuk, jam operasional, dan paket wisata terbaru, disarankan menghubungi Pokdarwis setempat atau Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun. Data tersebut tidak tercantum dalam rilis resmi, sehingga konfirmasi langsung lebih aman sebelum berangkat.
Durasi ideal untuk mengeksplorasi desa ini adalah setengah hari. Namun, jika ingin merasakan suasana desa lebih dalam, Anda bisa berkoordinasi dengan Pokdarwis untuk opsi menginap di homestay warga.