Rupiah Kembali Tertekan ke Rp17.795 per Dolar AS pada Pembukaan Selasa, Melemah 40 Poin

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:46:31 WIB
Rupiah dibuka melemah 40 poin ke level Rp17.795 per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi.

JAKARTA — Tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih berlanjut pada pembukaan perdagangan Selasa pagi. Berdasarkan data yang dihimpun, mata uang Garuda dibuka melemah 40 poin atau 0,23 persen menjadi Rp17.795 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.755 per dolar AS.

Pergerakan ini menunjukkan sentimen pasar terhadap aset berisiko masih belum pulih sepenuhnya. Pelaku pasar tampaknya masih mencermati sejumlah faktor eksternal yang membayangi pergerakan mata uang di kawasan Asia, termasuk Indonesia.

Level Psikologis Rp17.800 Kian Dekat

Dengan pembukaan di angka Rp17.795, rupiah praktis hanya berjarak tipis dari level psikologis Rp17.800 per dolar AS. Level ini menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi memicu aksi beli dolar lebih lanjut apabila tembus.

Padahal, pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, rupiah sempat bertahan di level Rp17.755. Selisih tipis ini menunjukkan bahwa tekanan jual terhadap rupiah masih mendominasi sejak awal sesi perdagangan dibuka.

Apa yang Membebani Rupiah Pagi Ini?

Pelemahan ini terjadi di tengah kuatnya indeks dolar AS di pasar global. Permintaan terhadap mata uang safe haven seperti dolar masih tinggi, seiring kekhawatiran pelaku pasar terhadap perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian arah suku bunga acuan bank sentral AS (The Fed).

Kondisi ini membuat investor cenderung menarik dananya dari pasar emerging market, termasuk Indonesia, dan memarkirnya dalam bentuk aset dolar AS yang dinilai lebih aman.

Kurs Tengah dan Dampaknya ke Ekonomi Lokal

Pelemahan nilai tukar ini otomatis berdampak pada harga barang impor dan bahan baku industri di dalam negeri. Bagi pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor, depresiasi rupiah akan meningkatkan biaya produksi.

Sementara itu, bagi sektor ekspor, pelemahan rupiah bisa menjadi angin segar karena harga komoditas di pasar internasional menjadi lebih kompetitif. Namun, efek ini baru akan terasa jika pelemahan tidak berlangsung volatil dan masih dalam kewajaran.

Pasar akan terus mencermati perkembangan data ekonomi AS dan kebijakan moneter The Fed untuk menentukan arah pergerakan rupiah selanjutnya pada sesi perdagangan hari ini.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top