JAWA BARAT — Langkah Trudeau ke industri hiburan menandai babak baru kariernya setelah mundur dari politik. Ia kini aktif mengembangkan proyek film, televisi, audio, hingga live experience.
Hope & Hard Work sudah menyiapkan sejumlah proyek dalam tahap pengembangan. Salah satunya Closer by Sea, adaptasi dari buku karya Perry Chafe.
Proyek lain adalah adaptasi novel Detective Aunty karya Uzma Jalaluddin. Film ini akan diproduksi Neshama Entertainment dengan Trudeau dan Telford sebagai executive producer.
Perusahaan ini menyasar karya lintas format: film, TV, audio, dan live experience. Strateginya menggabungkan adaptasi karya sastra populer dengan konsep orisinal.
Visi Hope & Hard Work tertuang dalam pernyataan resmi Trudeau dan Telford. Keduanya menegaskan komitmen membawa nilai tertentu ke setiap produksi.
"At a time when the world can feel increasingly divided, we believe in the power of great storytelling to bring people closer," ujar Trudeau dan Telford dalam pernyataan bersama.
"As a Canadian company, we have an opportunity to bring values including kindness, optimism, openness and a belief in one another to everything we make, wherever the story comes from and wherever it ultimately finds its audience," tambah mereka.
Hope & Hard Work juga menjalin kemitraan strategis dengan Earth Tones. Media company pimpinan Aliya Jasmine dan Aliza Sovani itu akan memimpin divisi unscripted serta memproduksi dokumenter dan docuseries.
Nama Trudeau belakangan juga lekat dengan penyanyi pop Katy Perry. Keduanya pertama kali memicu rumor pacaran pada Juli 2025 dan sejak itu kerap tampil bersama di karpet merah maupun media sosial.
Perry sendiri tengah sibuk di ranah media. Dokumenter Katy Perry: The Lifetimes Tour – Live from Paris baru saja tayang perdana di Tribeca Festival.
Film konser yang disutradarai Paul Dugdale itu menangkap tur The Lifetimes, yang mendukung album studio keenam Perry, 143.
Hope & Hard Work dan para principalnya diwakili oleh 3 Arts Entertainment. Langkah Trudeau menambah panjang daftar figur publik yang beralih ke produksi konten di tengah lanskap hiburan global yang semakin cair antara politik, selebriti, dan bisnis media.