JAWA BARAT — Informasi ini datang dari leaker asal Tiongkok, Instant Digital, lewat unggahan di Weibo. Menurutnya, perjanjian tersebut mencakup iPhone Duo "dan model-model berikutnya", sehingga pesaing seperti BOE atau LG Display belum masuk sebagai pemasok alternatif dalam waktu dekat.
Harga USD 250 per panel setara sekitar Rp 4,1 juta dengan estimasi kurs Rp 16.500 per dolar AS. Angka tersebut menempatkan komponen layar sebagai salah satu pos biaya terbesar dalam bill of materials iPhone Duo.
Sebagai gambaran, panel OLED standar pada iPhone flagship biasanya berada di kisaran USD 100–150 per unit. Layar lipat memang lebih mahal karena struktur engsel, lapisan pelindung fleksibel, dan proses produksi yang lebih rumit.
Apple belum merilis daftar lengkap bill of materials iPhone Duo. Namun dari siaran pers resminya, Apple menyebut perangkat ini dibangun dengan 35 persen material daur ulang secara keseluruhan.
Klaim tersebut merupakan bagian dari target Apple mencapai netral karbon di seluruh jejak operasionalnya pada 2030.
Samsung Display sudah lama menjadi pemasok panel lipat untuk Samsung Galaxy Z Fold dan Z Flip. Pengalaman produksi massal panel lipat dalam volume besar membuat Samsung menjadi kandidat paling realistis untuk pasokan awal iPhone Duo.
Kontrak eksklusif tiga tahun juga lazim di industri komponen premium. Tujuannya menjaga konsistensi kualitas dan pasokan saat kapasitas produksi panel lipat masih terbatas secara global.
Menurut laporan yang sama, iPhone Duo akan mulai dijual bulan depan. Analisis teardown dan breakdown komponen baru akan tersedia setelah perangkat sampai di tangan reviewer dan konsumen.
Belum ada konfirmasi resmi dari Apple soal harga jual, varian, maupun ketersediaan di pasar Indonesia. Pantau terus kanal resmi Apple Indonesia untuk informasi pre-order dan tanggal rilis.
Untuk pembeli di Indonesia yang menunggu perangkat foldable Apple, faktor harga panel yang mahal ini kemungkinan besar ikut mendorong banderol iPhone Duo ke level premium. Perangkat ini paling cocok untuk pengguna yang menginginkan ekosistem Apple dalam format layar lipat, bukan untuk pemburu HP dengan harga bersaing.