JAWA BARAT — Kepastian ini disampaikan Hou Zengqian dalam wawancara dengan media negara China, Xinhua. Ia menyebut Tianwen-3 akan meluncur pada 2028 dan kembali ke Bumi tiga tahun kemudian dengan membawa material permukaan Mars. Hou memimpin tim ilmiah yang merancang seluruh rangkaian misi tersebut.
Kabarnya berbeda jauh dari nasib program Mars Sample Return (MSR) milik NASA. Proyek itu menjadi satu-satunya yang tidak diselamatkan Kongres dari usulan pemangkasan anggaran NASA oleh Presiden Donald Trump. Rover Perseverance sebenarnya sudah mengumpulkan sejumlah sampel sejak 2021, tetapi belum ada kepastian kapan atau apakah sampel itu akan diambil.
Perbedaan mendasar terletak pada arsitektur misi. NASA merancang MSR sebagai operasi bertahap: rover bergerak dari satu titik ke titik lain, mengebor berbagai batuan, lalu misi terpisah datang untuk mengangkut semuanya dan meluncurkannya kembali ke orbit Mars.
Tianwen-3 memangkas hampir seluruh tahapan itu. Wahana pendaratnya tidak perlu berkeliling. Ia mendarat di satu titik, mengebor hingga kedalaman sekitar dua meter, menghisap sekitar 18 ons material, lalu langsung meluncurkannya kembali ke orbit.
Total waktu misi setelah pendaratan diperkirakan hanya sekitar dua bulan. Tidak ada penantian misi kedua untuk mengambil hasil bor. Sampel Perseverance, sebaliknya, masih tergeletak di permukaan Mars tanpa penjemput.
Meski lebih ringkas, Tianwen-3 tetap bukan perkara mudah. China berencana meluncurkan dua roket Long March 5 pada 2028. Satu membawa pendarat, satu lagi membawa orbiter menuju Mars.
Setelah perjalanan sekitar tiga tahun, pendarat akan turun, mengebor, mengumpulkan sampel, dan meluncurkannya ke angkasa. Orbiter kemudian menangkap sampel tersebut dan membawanya pulang ke Bumi. Hou menyebut tahap prototipe sedang berjalan, tetapi jarak dari prototipe ke "misi sukses" masih panjang.
Faktor yang membuat NASA tersendat bukan teknologi, melainkan harga. Estimasi terbaru proyek MSR membengkak menjadi $7 miliar hingga $11 miliar. Lockheed Martin sempat menawarkan mengerjakannya sendiri dengan biaya sekitar $3 miliar.
Undang-Undang Otorisasi NASA 2026 disebut akan mengalokasikan $8 miliar untuk menyelesaikan misi ini, jika disahkan. Tanpa pendanaan itu, sampel Perseverance berpotensi menunggu tanpa kepastian.
China mengklaim pendekatan sederhananya menekan biaya. Klaim itu belum diverifikasi secara independen, tetapi arsitektur satu pendarat tanpa rover memang menghilangkan banyak titik kegagalan sekaligus komponen mahal.
Subteks dari persaingan ini adalah rivalitas Amerika Serikat dan China di ruang angkasa. NASA masih memegang reputasi sebagai badan antariksa paling bergengsi, dengan sejumlah rover Mars, misi Artemis II mengelilingi Bulan, dan rencana basis di Bulan.
China berupaya mencetak kemenangan di orbit luar untuk membuktikan kemampuan teknologinya. Jika Tianwen-3 berhasil membawa sampel lebih dulu, itu pukulan bagi kebanggaan program antariksa Amerika.
Hou menegaskan misinya terbuka bagi kolaborasi internasional. "Tianwen-3 will uphold the principle of open cooperation and work with scientists around the world to explore the mysteries of Mars, contributing China's expertise and solutions to expanding humanity's scientific frontier and advancing planetary science," ujarnya kepada Xinhua.
Jika misi ini berhasil, bukan tidak mungkin China kelak berupaya mengambil sampel yang kini tergeletak di permukaan Mars—sampel yang dikumpulkan Perseverance untuk NASA.