BPBD Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, bersama TNGC dan sejumlah unsur gabungan memadamkan kebakaran lahan seluas sekitar empat hektare di Blok Cula PT Gegerhalang hingga kawasan TNGC, Desa Cibeureum dan Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, Rabu. Api berhasil dipadamkan pukul 11.40 WIB, tetapi petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
KUNINGAN — Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana menyatakan informasi kebakaran diterima pihaknya pukul 10.05 WIB, setelah muncul kepulan asap dari wilayah sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cibeureum. Asap kemudian menjalar ke kawasan PT Gegerhalang dan lahan TNGC. Petugas bersama masyarakat langsung bergerak ke lokasi.
Vegetasi yang terbakar berupa ilalang dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai empat hektare. Hingga api dinyatakan padam, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi.
Kawasan Blok Cula PT Gegerhalang berbatasan langsung dengan lahan TNGC yang masuk wilayah Desa Cibeureum dan Desa Setianegara. Kombinasi lahan kering dan ilalang membuat api cepat menjalar sebelum tim gabungan tiba di titik terdampak.
Tim gabungan melakukan pemadaman menggunakan jetshooter dan metode manual untuk menjangkau area yang terbakar. BPBD mengerahkan dua unit mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter untuk memasok air.
Petugas Damkar setempat menurunkan satu unit kendaraan operasional. Satu unit kendaraan bak terbuka beserta peralatan pemadam kebakaran juga digunakan untuk mendukung penanganan di lokasi.
“Penanganan dilakukan TNGC bersama masyarakat peduli api (MPA), aparat desa, TNI, Polri, pemadam kebakaran, dan BPBD Kabupaten Kuningan,” kata Indra.
Setelah api padam, tim gabungan masih melakukan pendinginan di kawasan terdampak. Langkah itu untuk memastikan kondisi benar-benar aman sebelum petugas ditarik dari lokasi.
“Pendinginan masih dilakukan oleh tim TNGC, MPA, masyarakat, BPBD dan Damkar Kuningan,” ujar Indra.
BPBD Kuningan belum merinci dugaan penyebab kebakaran. Warga di sekitar Cibeureum, Setianegara, dan kawasan TPA diminta melaporkan cepat jika melihat kepulan asap baru, mengingat cuaca kering memperbesar risiko kebakaran lahan meluas.