JAWA BARAT — Juergen Klopp membagi 44 pemain Timnas Jerman ke dalam dua skuad terpisah untuk menghadapi empat laga UEFA Nations League pada jeda internasional akhir September hingga awal Oktober. Pelatih anyar Die Mannschaft itu menegaskan pembagian tersebut bukan berdasarkan kasta tim utama dan cadangan, melainkan pada posisi serta karakter pemain.
Klopp memanggil 44 pemain dalam skuad pertamanya sebagai pelatih Timnas Jerman. Sebanyak 24 pemain disiapkan untuk dua laga awal melawan Belanda dan Yunani, sementara 21 pemain lain mengisi skuad untuk pertandingan kontra Serbia dan lawatan ke markas Yunani.
Jumlah pemanggilan itu jauh di atas kebiasaan pelatih timnas, yang biasanya hanya membawa 23 hingga 30 pemain dalam satu jeda internasional.
Empat pertandingan dalam dua minggu menjadi pertimbangan utama Klopp membagi skuadnya. Ia menilai beban tersebut tidak lazim bagi sebuah tim nasional.
"Hal ini terutama karena kami harus memainkan empat pertandingan dalam dua minggu, sesuatu yang sangat tidak biasa bagi tim nasional," jelas Klopp dikutip dari Bulinews.
Jerman membuka rangkaian laga dengan bertandang ke Belanda pada 25 September. Dua laga berikutnya dimainkan di kandang, yakni menjamu Yunani (28/9) dan Serbia (2/10), sebelum menutup jeda internasional dengan terbang ke markas Yunani (5/10).
Klopp membantah anggapan bahwa pembagian skuad mencerminkan hierarki tim utama dan tim cadangan. Menurutnya, komposisi disusun agar setiap kelompok punya keseimbangan posisi dan karakter.
"Kami tidak membentuk tim A atau tim B. Kami ingin—dan menurut saya itu hal yang wajar dalam sepak bola—memenangkan keempat pertandingan tersebut," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa skuad disusun agar posisi dan karakter para pemain saling melengkapi, termasuk komposisi antara pemain berpengalaman dan pemain muda.
Laga kontra Belanda menandai debut Klopp sebagai pelatih Timnas Jerman. Mantan Manajer Liverpool itu menggantikan Julian Nagelsmann, yang dipecat setelah Jerman tersingkir di 32 besar Piala Dunia 2026.
Empat laga Nations League ini menjadi tolok ukur awal bagi Klopp sebelum ia merancang skuad untuk agenda berikutnya bersama Die Mannschaft.