Mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan Meninggal Dunia di Usia 81 Tahun

Penulis: Luthfi Hakim  •  Sabtu, 19 September 2026 | 09:32:01 WIB

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan wafatnya mantan Gubernur Jawa Barat H. Danny Setiawan melalui unggahan di akun media sosial resminya. Danny meninggal pada Sabtu (19/9/2026) dalam usia 81 tahun.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Duka mendalam kami sampaikan atas wafatnya Bapak H. Danny Setiawan, Gubernur Jawa Barat periode 2003-2008, pada hari ini, Sabtu, 19 September 2026," tulis Dedi Mulyadi.

Dedi mengenang Danny sebagai sosok yang meninggalkan banyak karya bagi kemajuan Jawa Barat, baik saat menjabat Sekretaris Daerah maupun ketika memimpin provinsi.

"saya meyakini Danny setiawan adalah ahli kebaikan banyak karya yang diperbuat demi kemajuan prov Jabar baik saat menjadi Sekda maupun saat menjadi gub," ujar Dedi Mulyadi.

Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat

Danny Setiawan lahir pada 28 Agustus 1945. Sebagian besar perjalanan kariernya dihabiskan di lingkungan pemerintahan daerah, dimulai sebagai Camat Cimarga, Kabupaten Lebak, pada 1968.

Ia sempat bertugas sebagai Wakil KPS Ransiki di Kabupaten Manokwari, Irian Barat. Kariernya di Kabupaten Lebak berlanjut hingga ia dipercaya menjadi Sekretaris Wilayah Daerah Kabupaten Lebak pada 1977-1984.

Setelah itu, Danny berpindah ke lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia pernah menjabat Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Jawa Barat, Kepala Biro Keuangan, hingga Kepala Biro Pembangunan Daerah.

Pada 1994-1997, Danny menjabat Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat. Ia terlibat dalam penataan dinas pendapatan daerah dan pengembangan pelayanan pada periode tersebut.

Jabatan Asisten Administrasi Pembangunan diembannya sebelum akhirnya dipercaya menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat pada 1998. Lima tahun berselang, ia dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat untuk periode 2003-2008.

Pejabat Karier Pertama yang Memimpin Jawa Barat

Salah satu hal menarik dari sosok Danny adalah latar belakangnya sebagai pejabat karier. Istri Danny, Rinania Sastrawiguna, pernah menyebut suaminya sebagai pejabat karier pertama yang menjadi Gubernur Jawa Barat.

Hal itu disampaikannya ketika keluarga Danny berkunjung ke Gedung Negara Pakuan pada Februari 2025.

"Pak Danny adalah pejabat karier pertama yang menjadi Gubernur Jabar, karena sebelumnya semua berlatar belakang militer," tutur Rinania.

Danny memimpin Jawa Barat selama lima tahun, yakni 2003-2008, bersama Wakil Gubernur Nu'man Abdul Hakim. Berdasarkan portal resmi Pemprov Jabar, Danny merupakan salah satu gubernur yang memimpin Jawa Barat sebelum Ahmad Heryawan.

Riwayat Pendidikan dan Penghargaan

Danny menempuh pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Bandung dan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Malang. Ia meraih gelar Magister Kebijakan Publik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) pada 2000.

Ia juga mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan pemerintahan, termasuk kursus perencanaan pembangunan daerah, kursus Pamong Praja, Sespa, hingga Kursus Reguler Angkatan Lemhannas. Danny pernah mengikuti Project Design Program di University of Pittsburgh, Amerika Serikat, serta sejumlah program pelatihan pembangunan dan perpajakan.

Pada 1998, Danny tercatat mengikuti pendidikan Sekolah Perwira Cadangan (Sepacad) ABRI di Rindam VIII Brawijaya.

Sepanjang kariernya, Danny menerima sejumlah penghargaan. Di antaranya Piagam Penghargaan dari Bupati Manokwari pada 1969, penghargaan Pemilu dari Menteri Dalam Negeri pada 1977, serta penghargaan dari BKKBN pada 1983.

Danny juga menerima Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI pada 1998 dan penghargaan pengabdian 30 tahun dari Gubernur Jawa Barat pada 1999. Pada 2000, ia menerima Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI, lalu Satyalancana Wira Karya Koperasi pada 2004.

Reporter: Luthfi Hakim
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top