Billy Martasandy Ajak Keluarga Cerebral Palsy Betacici Nonton Bareng di Bioskop XXI

Penulis: Mardian Syah  •  Rabu, 23 September 2026 | 14:31:01 WIB
Billy Martasandy dan Dian Rahmawati mengajak keluarga Cerebral Palsy Betacici menonton bareng di bioskop XXI Bandung.

BANDUNG — Billy Martasandy, Ph.D, bersama Dian Rahmawati S.Psi., CH., CHt., mengajak keluarga Cerebral Palsy Betacici menonton film bersama di bioskop XXI. Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda hiburan, melainkan bagian dari upaya menghadirkan ruang sosial yang inklusif bagi keluarga Cerebral Palsy.

Bagi keluarga yang setiap hari mendampingi anak dengan Cerebral Palsy, kesempatan keluar rumah, bertemu keluarga lain, dan menikmati hiburan memiliki arti lebih besar daripada sekadar rekreasi. Dukungan psikologis tidak selalu hadir dalam bentuk konseling formal. Kadang, dukungan dimulai dari kehadiran, mendengarkan, dan menciptakan ruang agar keluarga merasa tidak berjalan sendirian.

Dian Rahmawati: Keluarga Cerebral Palsy Butuh Ruang untuk Merasa Diterima

Dian Rahmawati menilai kebutuhan keluarga Cerebral Palsy tidak hanya berkaitan dengan terapi dan kebutuhan fisik anak. Orang tua juga membutuhkan dukungan emosional, relasi sosial, serta kesempatan menjalani kehidupan sosial secara sehat.

"Ketika orang tua memiliki ruang untuk berinteraksi, berbagi pengalaman, dan menikmati waktu bersama, itu menjadi bagian dari dukungan psikologis. Keluarga tidak hanya membutuhkan informasi tentang bagaimana mendampingi anak, tetapi juga membutuhkan ruang untuk merasa diterima dan dikuatkan," ujar Dian.

Pendekatan tersebut sejalan dengan pentingnya keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam pemberdayaan penyandang disabilitas. Kementerian Sosial menekankan penanganan isu disabilitas membutuhkan partisipasi keluarga, masyarakat, dan berbagai pihak secara inklusif.

Menonton Bareng sebagai Bagian dari Social Inclusion

Kegiatan sederhana seperti menonton film bersama dapat dilihat sebagai bagian dari membangun social inclusion. Keluarga Cerebral Palsy tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi hadir sebagai bagian dari masyarakat.

Billy Martasandy menilai inklusi tidak cukup berhenti pada kegiatan seremonial atau kampanye. Menurutnya, masyarakat perlu membangun kebiasaan untuk hadir bersama kelompok penyandang disabilitas dalam kehidupan sehari-hari.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: jabarekspres.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top