Sop Burtok Bandung, Kuliner Berkuah Kaldu Sapi dari Kebiasaan "Bubaran Toko"

Penulis: Luthfi Hakim  •  Kamis, 24 September 2026 | 12:01:01 WIB
Sop Burtok Bandung menyajikan hidangan berkuah kaldu sapi dengan nasi, jukut goreng, dan jeruk nipis.

BANDUNG — Sop Burtok menyajikan hidangan berkuah dengan potongan daging sapi, nasi, jukut goreng, dan jeruk nipis. Kuah kaldunya gurih, ditambah minyak racikan yang menjadi ciri khas sajian ini.

Selain versi berkuah, tersedia pilihan dry burtok dengan kuah disajikan terpisah. Isiannya mencakup nasi putih, potongan daging sapi berbumbu, perkedel kentang, jukut goreng, serta jeruk nipis.

Asal Nama: Singkatan dari "Bubaran Toko"

Istilah "Burtok" disebut berasal dari singkatan "bubaran toko". Frasa itu merujuk kebiasaan masyarakat yang mencari makanan setelah menyelesaikan aktivitas berdagang.

Penamaan tersebut turut membentuk identitas Sop Burtok sebagai kuliner yang dikenal di Bandung.

Perpaduan Kuah Kaldu, Minyak Berbumbu, dan Jeruk Nipis

Kuah kaldu hangat dipadukan dengan daging sapi, minyak berbumbu, dan perasan jeruk nipis. Kombinasi itu membuat Sop Burtok jadi pilihan bagi warga yang menyukai hidangan berkuah.

Sajian ini juga dilengkapi menu tambahan seperti sate daging, sate saikoro, sate kulit, dan perkedel kentang.

Lokasi dan Jam Buka di Jalan Aceh

Sop Burtok memiliki beberapa lokasi di Bandung. Salah satunya di Jalan Aceh No. 44, Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung.

Berdasarkan informasi tempat makan tersebut, cabang ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 23.30 WIB.

Pilihan Menu Berkuah dan Kering

Versi sop menyajikan daging sapi bersama kuah kaldu yang dapat disantap dengan nasi. Sementara dry burtok menempatkan kuah secara terpisah dari isian.

Dua pilihan itu memberi variasi bagi pelanggan, baik yang ingin menyantap langsung berkuah maupun menikmati daging berbumbu dengan tekstur lebih kering.

Dengan sajian sederhana dan kuah kaldu sebagai ciri khas, Sop Burtok menambah pilihan makanan di Kota Bandung.

Reporter: Luthfi Hakim
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top