KUNINGAN — Bakti PDKB kali ini melibatkan personel lintas wilayah dalam jumlah besar. Mereka bekerja pada jaringan yang tetap bertegangan dengan kompetensi khusus dan penerapan prosedur keselamatan yang ketat. Metode PDKB Sentuh Langsung memungkinkan PLN melakukan pemeliharaan skala besar tanpa harus memadamkan aliran listrik pelanggan.
Dampaknya dirasakan langsung oleh warga. Rumah tangga tetap bisa menyalakan listrik seperti biasa, kegiatan usaha tidak terhenti, dan layanan publik yang bergantung pada pasokan listrik tetap berjalan selama petugas bekerja di lapangan.
PDKB Sentuh Langsung menuntut keahlian teknis lebih tinggi dibanding pekerjaan konvensional. Petugas menyentuh jaringan bertegangan secara langsung, sehingga presisi dan disiplin terhadap standar keselamatan menjadi syarat mutlak. Metode inilah yang membuat PLN bisa merawat jaringan tanpa mengorbankan kenyamanan pelanggan.
Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menilai kontinuitas pasokan listrik berperan penting bagi aktivitas warga dan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Pasokan listrik yang andal dan tanpa putus merupakan salah satu urat nadi utama dalam menopang kehidupan masyarakat, menggerakkan roda perekonomian, memajukan sektor pariwisata, serta melayani fasilitas publik. Kerja keras petugas PDKB menjadi bukti dedikasi dalam melakukan pemeliharaan dan perbaikan jaringan listrik tanpa memadamkan aliran listrik," ujar Tuti.
Ia menambahkan, pekerjaan PDKB menuntut keahlian teknis, presisi, keberanian, serta disiplin tinggi terhadap standar keselamatan kerja. Menurutnya, dedikasi petugas membuat warga Kuningan tetap bisa beraktivitas, belajar, dan berusaha tanpa terganggu pemadaman.
"Berkat dedikasi para petugas PDKB, masyarakat Kabupaten Kuningan dapat terus menikmati aliran listrik untuk beraktivitas, belajar, dan berusaha tanpa terganggu pemadaman. Ini merupakan wujud pelayanan publik yang sangat luar biasa," katanya.
General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin menyebut Bakti PDKB sebagai wujud komitmen PLN menjaga keandalan jaringan dengan tetap mengedepankan kepentingan pelanggan.
"Di balik listrik yang terus menyala, ada pekerjaan pemeliharaan yang harus dilakukan untuk memastikan jaringan tetap andal. Melalui PDKB, kami dapat melakukan pekerjaan tersebut tanpa harus selalu menghentikan aliran listrik. Jaringan tetap kami rawat, sementara masyarakat tetap dapat beraktivitas dan produktivitas pelanggan tetap terjaga," ujar Muhammad Joharifin.
Dengan pola kerja serentak di 304 titik, pemeliharaan jaringan di Kuningan rampung tanpa memicu keluhan pemadaman dari pelanggan. PLN UID Jawa Barat menempatkan metode PDKB sebagai bagian rutin dari upaya menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah kerjanya.