SUKABUMI — Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengungkapkan kebakaran pada Minggu muncul di lokasi berbeda dengan kejadian sehari sebelumnya. Laporan yang ia terima menyebut adanya tiga titik api di area masuk TPA Cikundul, tempat dumptruck biasa menurunkan sampah. Api terlihat di bagian depan, tengah, hingga pojok area pembuangan.
"Cukup jauh jaraknya dari lahan nonaktif yang semalam (Sabtu) terbakar. Sementara ini ada di lahan TPA yang aktif," ujar Bobby di akun Instagram pribadinya, Minggu sore.
Penanganan kebakaran terbantu hujan yang turun pada Minggu sekitar pukul 15.00 WIB. Bobby menyebut hujan berdampak pada pemadaman api, meski petugas tetap menggali dan menyiram area yang terbakar. Hingga sore, pemantauan di lokasi masih berlangsung.
Meski api telah padam, AKP Erik Sukandar menegaskan jajarannya belum menghentikan pengawasan. Petugas bersiaga mengantisipasi munculnya titik api baru di area timbunan sampah yang masih menyimpan panas.
Kebakaran berdampak langsung pada aktivitas pembuangan sampah. Bobby menyebut pada Minggu siang terdapat empat dumptruck yang mengantre dan tertahan karena belum dapat masuk membuang sampah ke TPA Cikundul.
Ia meminta maaf kepada masyarakat yang pengangkutan sampahnya terganggu akibat insiden tersebut. Warga di sejumlah wilayah Kota Sukabumi harus menunggu lebih lama sebelum sampah rumah tangga mereka terangkut ke lokasi pembuangan akhir.
Kebakaran ini menambah persoalan di TPA Cikundul yang telah beroperasi sejak 1995. Lahan seluas kurang lebih 10,7 hektare itu hampir mencapai batas maksimal penampungan, dan selama bertahun-tahun ruang yang tersedia hanya ditata ulang.
Dengan timbulan 185 ton sampah setiap hari, Kota Sukabumi berlari mengejar waktu. Pada 2024, hanya 26,8 persen sampah yang berhasil dikelola melalui prinsip reduce, reuse, dan recycle. Sisanya tetap berakhir di TPA.
Data pertengahan 2025 menunjukkan Cikole menjadi penyumbang sampah terbesar dengan 33,6 ton per hari. Dari tujuh kecamatan di Kota Sukabumi, tak ada satu pun yang menghasilkan kurang dari 20 ton per hari.
Pemerintah Kota Sukabumi terus memutar otak untuk menunda waktu tutup TPA dengan penataan lahan dan metode penimbunan modern. Namun krisis Cikundul bukan sekadar soal sampah yang menumpuk.
Insiden kebakaran dua hari berturut-turut menjadi peringatan bahwa tekanan terhadap TPA aktif semakin nyata. Pemkot belum mengumumkan langkah lanjutan pasca-kebakaran, termasuk apakah ada evaluasi terhadap prosedur keselamatan di area pembuangan.