GARUT — Penyerahan dilakukan melalui Yayasan GSN yang menyalurkan bantuan secara bertahap di sejumlah provinsi. Sebelum sampai ke Garut, distribusi serupa sudah dieksekusi di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pemkab Garut menyebut kehadiran becak listrik ini menyasar dua hal sekaligus: kesejahteraan pengemudi senior dan daya tarik wisata perkotaan.
Direktur Operasi Yayasan GSN, Brigjen TNI (Purn) Sudarwo Aris Nurcahyo, menyatakan penerima bantuan disaring dengan prioritas usia. Fokus utamanya penarik becak berusia minimal 55 tahun.
"Aturan khususnya tidak ada, tapi penerima becak listrik bantuan Pak Prabowo ini minimal berusia 55 tahun. Beliau sangat prihatin, ada yang usianya 70 bahkan 80 tahun masih mengayuh. Harapannya yang tua dulu yang menerima," ujar Sudarwo di Gedung Pendopo Garut.
Menurut dia, banyak penarik becak di Garut yang masih bekerja meski sudah masuk kategori lansia. Kondisi itu yang membuat program ini diarahkan ke kelompok usia paling rentan.
Becak listrik ini dibekali daya jelajah hingga 30 kilometer dalam sekali pengisian baterai penuh. Pengemudi diimbau mengisi ulang daya saat indikator menyisakan satu garis, supaya tidak kehabisan listrik di tengah perjalanan.
Untuk jaminan operasional jangka panjang, Yayasan GSN bekerja sama dengan produsen lokal. Kerja sama itu mencakup ketersediaan suku cadang dan fasilitas perbaikan gratis. Pengemudi tidak perlu mengkhawatirkan biaya perawatan berkala.
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, mencoba langsung keandalan becak listrik tersebut. Ia menilai ruang penumpangnya lebih lega dibanding becak konvensional.
"Alhamdulillah kalau review sebagai pelanggan, biasanya becak itu sempit untuk dua orang, ini lalega (luas). Laju jalannya lembut, halus, tidak terasa digowesnya. Karunya ka emangna (kasihan ke abangnya), sekarang tidak khawatir lagi kalau di tanjakan karena pakai listrik. Intinya jauh lebih nyaman," kata Putri.
Putri menyebut kehadiran armada ini sebagai pintu masuk rezeki bagi warga. "Intinya ini sebagai kail dan umpannya untuk menjemput rezeki masyarakat yang ada di Kabupaten Garut," tuturnya.
Pemkab Garut memproyeksikan becak listrik ini memperkuat ekosistem pariwisata daerah. Wisatawan yang datang tanpa kendaraan pribadi bisa memanfaatkannya untuk berkeliling kawasan perkotaan Garut. Perjalanan itu diklaim nyaman dan bebas emisi.
Dampak langsungnya sudah dirasakan sejumlah pengemudi. Samsul, penarik becak asal Kecamatan Karangpawitan, mengaku kehadiran becak listrik sangat membantu mobilitas fisiknya dalam mencari nafkah sehari-hari.
Dinas Perhubungan Kabupaten Garut bersama pihak terkait akan menyisir data pengemudi lansia lainnya. Langkah itu untuk memvalidasi calon penerima bantuan pada tahap berikutnya. Jumlah dan jadwal penyaluran gelombang kedua belum diumumkan.