Kanwil Ditjenpas Jabar Periksa Rutan Kelas I Depok Usai Video Dugem Viral, Ancaman Proses Hukum Menanti

Penulis: Jefri Siahaan  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 12:00:32 WIB
Tim gabungan Kanwil Ditjenpas Jabar memeriksa Rutan Kelas I Depok terkait video dugem yang viral di media sosial.

DEPOK — Pemeriksaan menyasar kebenaran rekaman yang beredar di media sosial, termasuk lokasi, waktu kejadian, dan identitas orang-orang di dalamnya. Tim gabungan diterjunkan untuk mendalami informasi yang sudah menyebar luas di masyarakat.

Yudi menyatakan pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan jika hasil pemeriksaan menemukan keterkaitan pihak tertentu.

"Pokoknya siapa pun menurut hasil pemeriksaan terindikasi terkait dengan masalah tersebut pasti ditindak. Malah kami akan proses hukum jika ada unsur pidananya," ujarnya.

Isi Video yang Memicu Pemeriksaan

Rekaman berdurasi pendek itu memperlihatkan sejumlah orang berjoget di dalam sebuah ruangan dengan musik keras dan lampu berkedip. Dalam video juga tampak benda yang dinarasikan sebagai alat isap sabu.

Sejumlah warganet mempertanyakan apakah adegan tersebut benar terjadi di dalam rutan atau di luar lingkungan pemasyarakatan. Sampai pemeriksaan berjalan, belum ada konfirmasi resmi soal lokasi dan waktu pengambilan gambar.

Peringatan Keras Sejak Tiga Bulan Menjabat

Yudi mengungkapkan, sejak menjabat sekitar tiga bulan lalu, dirinya sudah memberikan peringatan keras terkait potensi pelanggaran di lingkungan pemasyarakatan.

Peringatan itu disampaikan lewat pengarahan, briefing, hingga surat edaran kepada petugas maupun warga binaan.

"Saya langsung beri peringatan, bukan cuma imbauan, terkait potensi pelanggaran baik oleh petugas maupun warga binaan," katanya.

Apa Langkah Selanjutnya?

Hasil pemeriksaan tim gabungan akan menentukan apakah ada pihak yang terbukti melanggar aturan. Jika ditemukan unsur pidana, Kanwil Ditjenpas Jabar menyatakan akan menyerahkan prosesnya ke jalur hukum.

Rutan Kelas I Depok sendiri berada di bawah pembinaan Kanwil Ditjenpas Jabar. Pemeriksaan ini menjadi uji pertama bagi jajaran pemasyarakatan setempat dalam merespons tekanan publik lewat rekaman yang beredar cepat di media sosial.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: radarsukabumi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top