Windows 11 Genap 5 Tahun, Update 26H2 Janjikan Perubahan Minim

Penulis: Khoirul Anwar  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 17:03:01 WIB
Ilustrasi logo Windows 11 yang genap berusia lima tahun sejak dirilis pada 5 Oktober 2021.

JAWA BARAT — Windows 11 resmi dirilis 5 Oktober 2021 dan kini berusia lima tahun dengan pangsa pasar sekitar 76% komputer desktop serta laptop dunia. Microsoft mulai menyebarkan pembaruan 26H2 yang diklaim membawa perubahan "predictable and low-disruption". Pengguna yang ingin sistem stabil bisa menunda update, sementara yang penasaran bisa mencobanya lebih dulu.

Sistem operasi Windows 11 pertama kali tersedia untuk umum pada 5 Oktober 2021. Perjalanan lima tahunnya penuh gejolak, mulai dari syarat perangkat keras yang membingungkan hingga eksperimen AI yang menuai kritik. Kini Microsoft mencoba menurunkan tensi lewat pembaruan 26H2.

Pembaruan 26H2 Mulai Menyebar

Microsoft merilis Windows 11 26H2 ke konsumen pekan lalu. Pembaruan ini dipromosikan sebagai update "predictable and low-disruption" — bahasa korporat untuk perubahan yang tidak mengacak-acak alur kerja pengguna.

Bagi banyak pengguna, tidak ada fitur revolusioner. Justru itu poinnya. Setelah bertahun-tahun pembaruan yang kadang menimbulkan masalah baru, Microsoft memilih pendekatan konservatif.

Kontroversi yang Mewarnai Lima Tahun

Masalah terbesar saat peluncuran adalah kebijakan syarat minimum sistem. Banyak perangkat yang sebenarnya masih mumpuni terpaksa pensiun karena tidak memenuhi kriteria TPM 2.0 dan generasi prosesor tertentu.

Komunitas pengguna merespons dengan trik memodifikasi file sistem untuk melewati pemeriksaan tersebut. Microsoft dianggap terus menggeser aturan di tengah jalan, memperkeruh situasi.

Isu lain yang belum tuntas hingga kini adalah pemaksaan akun Microsoft online saat instalasi. Microsoft menyebutnya bermanfaat untuk backup OneDrive, sinkronisasi antar perangkat, serta fitur pemulihan dan keamanan tambahan. Namun akun online juga menjadi kanal penjualan produk dan layanan digital Microsoft.

Era Copilot+ PC dan Koreksi Arah

Pada 2024, Microsoft memperkenalkan era Copilot+ PC yang menjadikan AI sebagai pusat pengalaman Windows. Langkah ini menunjukkan kepekaan terhadap tren, tapi eksekusinya menuai masalah.

Aplikasi Windows Recall menjadi sorotan karena kekhawatiran privasi. Belakangan, Microsoft bersama mitra OEM diam-diam menghentikan seluruh branding Copilot+ PC pada awal tahun ini.

AI bawaan kini tidak lagi menjadi prioritas utama. Microsoft beralih ke model agen lintas platform yang tidak terikat pada satu perangkat atau sistem operasi.

Windows 11 Masih Dominan di Pasar

Terlepas dari berbagai kontroversi, adopsi Windows 11 tetap tinggi. Sistem ini menguasai sekitar 76% pasar komputer desktop dan laptop global.

Di antara pengguna Windows sendiri, Windows 11 memegang hampir 72% pangsa. Windows 10 terus menurun dan kini berada di bawah 28%.

MacOS dan Linux memang mencatat pertumbuhan pengguna, tapi belum mampu menggoyang posisi Windows secara signifikan.

Fokus Baru: Optimasi Dasar

Pada musim semi tahun ini, eksekutif Microsoft mengakui bahwa pengguna membutuhkan Windows 11 sebagai fondasi untuk produktivitas dan gaming. Sistem operasi bukan tujuan akhir.

Mereka menjanjikan aplikasi bawaan yang lebih cepat, penggunaan memori dan sumber daya lebih rendah, serta optimasi fundamental lainnya. Janji ini menjadi dasar dari pendekatan 26H2.

Windows 11 cocok untuk pengguna yang butuh sistem stabil dan tidak ingin repot dengan eksperimen fitur. Jika Anda belum memperbarui ke 26H2, menunggu beberapa pekan untuk melihat laporan pengguna lain adalah langkah masuk akal.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: tomshardware.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top