KUNINGAN — Insiden bermula saat sejumlah anak berkumpul di lokasi hiburan yang sedang berlangsung di Desa Cipakem. Seorang pelajar SLTP mengambil sisa bensin milik operator sound system, lalu membawanya ke area yang cukup jauh dari keramaian. Bensin itu hendak dipakai untuk mencoba atraksi menyemburkan api seperti debus.
Niat itu berujung petaka. Percikan bensin justru menyiram korban yang saat itu tengah bermain di sekitar lokasi, dan api menyusul tidak lama kemudian. Korban mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Sekretaris Desa Cipakem, Armansyah, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, insiden itu bukan tindakan yang disengaja oleh pelajar SLTP yang membawa bensin.
"Gak sengaja ke siram bensin, anak-anak lagi coba-coba atraksi debus. Metel (malah percikan bensinnya) ke anak," ujar Armansyah saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026).
Armansyah menyebut korban sudah mendapat pertolongan dengan dibawa ke rumah sakit. Orang tua pelaku, katanya, bertanggung jawab atas kejadian itu.
"Iya, dibantu ke RS. Orang tua pelaku tanggung jawab. Diselesaikan dengan kekeluargaan," katanya.
Pihak desa mengaku belum mengetahui secara rinci bagian tubuh korban yang mengalami luka bakar. Armansyah hanya menyebut luka tersebut berada di bagian badan.
"Saya detailnya kurang tahu. Di badan saja," ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi terkini korban maupun hasil pemeriksaan medis dari pihak rumah sakit. Kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan antara kedua belah pihak.