BANDUNG — Data prakiraan BMKG menunjukkan Garut menjadi wilayah dengan suhu terendah di Jawa Barat, yakni berkisar 17–23 derajat Celsius dengan kelembapan 74–99 persen. Kondisi hujan ringan diprakirakan menyertai cuaca di kabupaten tersebut sepanjang hari.
Purwakarta mengalami pola serupa dengan rentang suhu lebih tinggi, 24–34 derajat Celsius, dan kelembapan 36–97 persen. Perbedaan kelembapan yang cukup lebar itu menandakan potensi hujan pada sebagian waktu.
Garut mencatat suhu terendah 17 derajat Celsius, lebih rendah dari Cianjur yang berkisar 19–25 derajat Celsius. Faktor ketinggian wilayah di selatan Jawa Barat membuat udara di kawasan itu lebih dingin dibanding kota-kota di dataran rendah.
Kelembapan di Cianjur bahkan diprakirakan menyentuh 99 persen. Angka itu tertinggi di antara wilayah yang dipantau BMKG pada hari yang sama.
Sebagian besar wilayah lain di Jawa Barat diprakirakan hanya berawan tanpa potensi hujan. Rentang suhu di kawasan tengah dan timur provinsi ini relatif lebih stabil dibanding Garut dan Purwakarta.
Warga yang beraktivitas di Garut dan Purwakarta perlu memperhatikan perubahan cuaca, terutama saat bepergian atau melakukan kegiatan di luar ruangan. Kelembapan tinggi di Garut dan Cianjur juga membuat udara terasa lebih lembap sepanjang hari.
BMKG belum merinci durasi potensi hujan ringan di kedua wilayah tersebut. Pemantauan lanjutan dapat dilakukan melalui pembaruan prakiraan cuaca resmi BMKG.