JAWA BARAT — Fotografer Tom's Guide, John Velasco, memotret lebih dari 200 foto dengan iPhone 18 Pro Max dan Samsung Galaxy S26 Ultra untuk menentukan ponsel mana yang layak menyandang gelar kamera terbaik. Dari delapan skenario pengujian, iPhone 18 Pro Max menang di lima kategori, sementara Galaxy S26 Ultra hanya unggul di dynamic range, makro, dan zoom jauh. Hasil ini mengakhiri dominasi Galaxy S26 Ultra yang sebelumnya disebut bertahan di puncak selama sebagian besar tahun.
Pengujian dilakukan dengan memotret objek yang sama di sejumlah lokasi berbeda, mulai dari Bryant Park, sudut 6th Avenue dan W 41st Street, hingga halaman belakang rumah penguji. Seluruh foto diambil dalam mode otomatis agar perbandingan fokus pada hasil akhir, bukan pada kemampuan manual masing-masing kamera.
Galaxy S26 Ultra sebelumnya disebut sebagai pemegang takhta kamera ponsel setelah menyingkirkan pesaing seperti Pixel 11 Pro XL dan OnePlus 15. Apple menjawab dengan pendekatan berbeda lewat iPhone 18 Pro Max, terutama lewat aperture variabel mekanis pada kamera utamanya.
Dua ponsel ini membawa konfigurasi kamera belakang yang berbeda arah. Samsung mengandalkan jumlah lensa, Apple mengandalkan pemrosesan komputasional.
Aperture variabel mekanis di iPhone 18 Pro Max memberi pengguna kontrol lebih besar atas cahaya yang masuk ke sensor. Meski fitur ini menghasilkan efek fokus yang lebih autentik, pengujian tetap dilakukan dalam mode otomatis untuk menilai performa default keduanya.
Di area Bryant Park, Galaxy S26 Ultra tampil lebih cerah dengan keseimbangan highlight dan shadow yang lebih baik. iPhone 18 Pro Max justru memilih kontras lebih kuat sehingga hasilnya sedikit lebih redup.
Saat gambar diperbesar ke area air mancur dan gedung New York Public Library di belakangnya, iPhone 18 Pro Max menunjukkan detail dan tekstur lebih tajam. Kedua ponsel dinilai sama kuat untuk pemotretan siang hari dengan kamera utama.
Untuk lensa ultrawide, hasilnya juga berimbang. Galaxy S26 Ultra unggul dalam eksposur yang lebih terang dan seimbang, sementara iPhone 18 Pro Max lebih baik dalam ketajaman tepi ke tepi serta definisi detail halus.
Pengujian di sudut 6th Avenue dan W 41st Street dengan cahaya matahari tengah hari menjadi medan terberat. Galaxy S26 Ultra berhasil menetralkan area kontras tinggi tanpa membuat bayangan jadi terlalu gelap.
iPhone 18 Pro Max tampil cukup baik dengan kontrol lens flare yang rapi, tetapi eksposur keseluruhannya lebih redup. Kurva kontras yang agresif mencegah highlight meledak, namun mengorbankan detail di area bayangan bawah pohon dan seberang jalan.
Untuk warna, iPhone 18 Pro Max menang telak. Foto display bunga di dalam Whole Foods menunjukkan Galaxy S26 Ultra menerapkan saturasi warna yang terlalu agresif, terutama pada carnation magenta dan violet, sehingga tampak lebih dramatis dari aslinya. Reproduksi warna iPhone 18 Pro Max dinilai lebih natural dan mendekati tampilan asli.
Mode panorama dengan kamera utama dimenangkan iPhone 18 Pro Max berkat detail, kontrol eksposur, dan dynamic range yang lebih baik. Jalur batu di depan terlihat lebih bertekstur, sementara area bayangan di sisi kanan tetap seimbang tanpa highlight yang pudar.
Untuk selfie di bawah sinar matahari langsung, iPhone 18 Pro Max menambahkan sedikit saturasi pada warna kulit, sedangkan Galaxy S26 Ultra tampak lebih pucat. Kamera depan 18MP Center Stage iPhone juga menawarkan field of view lebih lebar, berguna untuk swafoto grup.
Mode potret jadi kemenangan mudah bagi iPhone 18 Pro Max. Ponsel ini lebih baik dalam menyeimbangkan highlight latar belakang Bryant Park yang disinari matahari keras, sekaligus mempertahankan ketajaman wajah dan tekstur kemeja denim. Galaxy S26 Ultra sedikit kesulitan di area tepi objek yang rumit.
Untuk foto makro, Galaxy S26 Ultra justru lebih unggul. Saat memotret buket bunga kuning dari jarak dekat, detail disk florets di tengah bunga terlihat jauh lebih tajam dan jelas. iPhone 18 Pro Max tampil lebih lembut dengan detail tengah yang kurang tegas.
Galaxy S26 Ultra juga lebih konsisten dalam mengunci fokus pada pemotretan makro, tantangan tersendiri karena jarak objek yang sangat dekat.
Di pengujian zoom, Galaxy S26 Ultra membalikkan keadaan. Pada 4x, iPhone 18 Pro Max masih lebih tajam berkat lensa telefoto 4x-nya yang menangkap huruf pada papan parkir di atas ambulans dengan jelas. Namun di 8x, periskop 50MP dengan zoom optik 5x milik Samsung mulai mendominasi dengan kontras dan tekstur yang lebih baik.
Pada 40x, Galaxy S26 Ultra memisahkan huruf tercetak dengan sangat bersih berkat algoritma pemrosesan gambar yang menajamkan hasil. iPhone 18 Pro Max justru menghasilkan gambar yang lebih lembut.
Pemotretan cahaya rendah dimenangkan iPhone 18 Pro Max secara meyakinkan. Aperture f/1.48 yang lebih cepat pada kamera utamanya menghasilkan eksposur lebih baik, detail bayangan lebih bersih, dan ketajaman keseluruhan lebih tinggi.
Galaxy S26 Ultra lebih sulit mengunci fokus dalam kondisi ekstrem, sehingga definisi pohon di halaman belakang tampak lebih lembut. Ponsel ini juga gagal menetralkan cahaya keras dari LED di latar belakang, membuat sisa frame jadi underexposed.
Setelah lebih dari 200 foto dibandingkan, iPhone 18 Pro Max keluar sebagai pemenang keseluruhan. Samsung memberi perlawanan sengit, tetapi masa kejayaannya sebagai kamera ponsel terbaik tampaknya berakhir. Keunggulan iPhone bukan hanya soal aperture variabel mekanis, melainkan paket keseluruhan yang lebih matang dan serba bisa.
Tambahan fitur Pro Controls juga membuat iPhone 18 Pro Max kini menawarkan kontrol granular yang sebelumnya jadi keunggulan khas flagship Samsung. Bagi pengguna yang mengutamakan konsistensi warna natural, potret, dan performa low light, iPhone 18 Pro Max layak dipertimbangkan. Sementara penggemar fotografi makro dan zoom jarak jauh masih bisa mengandalkan Galaxy S26 Ultra.