BANDUNG — Anggota DPRD Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, menilai keterlibatan 86 rumah sakit dalam skema perlindungan kesehatan Pemprov Jabar sebagai langkah penting memperluas akses layanan bagi warga yang selama ini terkendala biaya. Menurutnya, kebijakan itu menyasar masyarakat miskin yang tidak memiliki jaminan pembiayaan kesehatan.
Encep berharap skema tersebut memastikan tidak ada pasien yang pengobatannya tertunda akibat persoalan administrasi maupun biaya. Ia menyoroti pentingnya kecepatan penanganan agar kondisi pasien tidak memburuk.
"Diharapkan tidak ada kasus yang tertunda atau tidak terobati yang mengakibatkan kondisi pasien menjadi lebih berat," ujar Encep.
Pemprov Jabar sebelumnya mengumumkan keterlibatan 86 rumah sakit dalam skema perlindungan kesehatan masyarakat. Jumlah tersebut terdiri atas tujuh rumah sakit milik Pemprov Jabar dan 79 rumah sakit lainnya, meliputi rumah sakit rujukan serta swasta.
Dalam daftar tersebut, RSUD Subang termasuk salah satu fasilitas kesehatan yang terlibat. Sebaran rumah sakit itu diharapkan memperpendek jarak warga ke layanan kesehatan, terutama di daerah yang selama ini terbatas fasilitasnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan, pasien yang pengobatannya tidak ditanggung BPJS Kesehatan maupun asuransi atau jaminan kesehatan lainnya tetap dapat memperoleh pelayanan. Pembiayaan diberikan setingkat kelas III sesuai ketentuan program yang berlaku.
Ketentuan itu menjadi penopang utama skema, karena warga tanpa jaminan kesehatan sering menjadi kelompok paling rentan menunda pengobatan. Dengan pembiayaan setingkat kelas III, pasien tetap bisa mengakses layanan tanpa harus menanggung biaya penuh.
DPRD Jabar mendorong agar pelaksanaan skema di 86 rumah sakit berjalan tanpa hambatan di lapangan. Pengawasan diperlukan untuk memastikan setiap pasien yang memenuhi kriteria benar-benar terlayani.
Encep menegaskan, keberhasilan kebijakan ini bergantung pada kesiapan rumah sakit dan pemahaman petugas soal alur pembiayaan. Warga yang belum memiliki jaminan kesehatan diharapkan mendapat informasi jelas saat datang berobat.