Vaksinasi COVID-19 Masuk Imunisasi Anak Singapura Mulai 12 Oktober

Penulis: Mardian Syah  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 14:36:31 WIB
Pemerintah Singapura menjadwalkan vaksin COVID-19 masuk program imunisasi nasional mulai 12 Oktober 2026.

JAWA BARAT — Pemerintah Singapura menjadwalkan vaksinasi COVID-19 masuk ke dalam program imunisasi nasional mulai 12 Oktober 2026. Kebijakan ini mencakup jadwal imunisasi anak maupun orang dewasa, dengan prioritas bagi kelompok rentan yang berisiko mengalami penyakit berat.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) bersama Communicable Diseases Agency (CDA) resmi mengumumkan rencana memasukkan vaksin COVID-19 ke dalam National Childhood Immunisation Schedule (NCIS) dan National Adult Immunisation Schedule (NAIS). Keputusan ini diambil karena virus SARS-CoV-2 masih beredar di masyarakat dan berpotensi menyebabkan penyakit berat.

Kelompok lanjut usia dan orang dengan kondisi medis tertentu menjadi perhatian utama dalam kebijakan ini. Kedua kelompok dinilai paling rentan mengalami komplikasi serius jika terinfeksi COVID-19.

Siapa yang Direkomendasikan Menerima Vaksin COVID-19

Ada tiga kelompok utama yang masuk dalam rekomendasi vaksinasi COVID-19 di Singapura. Pertama, warga berusia 60 tahun ke atas.

Kedua, orang dengan kondisi medis yang membuat mereka rentan, mulai dari usia 6 bulan. Ketiga, penghuni fasilitas perawatan lansia yang tinggal dalam lingkungan berisiko tinggi penularan.

Rekomendasi ini berlaku baik untuk jadwal imunisasi anak maupun dewasa. Artinya, vaksin COVID-19 akan diperlakukan setara dengan vaksin rutin lain seperti campak, polio, atau hepatitis.

Apa Itu NCIS dan NAIS

National Childhood Immunisation Schedule (NCIS) adalah jadwal imunisasi nasional untuk anak-anak di Singapura. Program ini menjadi acuan tenaga kesehatan dalam memberikan vaksin sesuai usia anak.

National Adult Immunisation Schedule (NAIS) berfungsi serupa, tetapi menyasar populasi dewasa. Kedua jadwal ini dikelola secara terpusat dan diperbarui berdasarkan perkembangan ilmiah terbaru.

Dengan masuknya vaksin COVID-19 ke dua jadwal tersebut, akses masyarakat terhadap vaksinasi menjadi lebih terstruktur. Pemerintah Singapura berharap langkah ini meningkatkan cakupan vaksinasi secara keseluruhan.

Mengapa COVID-19 Tetap Perlu Diwaspadai

Virus COVID-19 belum hilang sepenuhnya. MOH dan CDA menegaskan bahwa virus ini masih beredar dan dapat menyebabkan penyakit berat, khususnya pada lansia dan individu dengan imunitas lemah.

Data global menunjukkan kelompok usia lanjut masih menjadi penyumbang terbesar kasus rawat inap akibat COVID-19. Kondisi medis penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan memperburuk risiko tersebut.

Vaksinasi dinilai tetap menjadi cara paling efektif untuk menekan angka kesakitan dan kematian. Perlindungan melalui vaksin juga membantu meringankan beban sistem kesehatan.

Dampak bagi Orang Tua dan Pengasuh Anak

Bagi orang tua di Singapura, kebijakan ini berarti vaksin COVID-19 anak akan tersedia melalui jalur imunisasi rutin. Tidak perlu lagi menunggu program vaksinasi khusus atau kampanye terpisah.

Orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter anak atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mengetahui jadwal yang tepat. Pastikan buku imunisasi anak diperbarui sesuai ketentuan terbaru.

Kebijakan serupa di Indonesia belum diterapkan. Namun, perkembangan di Singapura ini bisa menjadi acuan bagi negara tetangga dalam mengevaluasi program imunisasi nasional masing-masing.

Vaksinasi COVID-19 yang masuk jadwal imunisasi rutin menandai pergeseran dari respons darurat menjadi langkah pencegahan jangka panjang. Bagi keluarga dengan anak dan lansia, ini kesempatan memperkuat perlindungan tanpa harus menunggu munculnya gelombang infeksi baru.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: putraindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top