SUKABUMI — Camat Cimanggu, Dusep Sadeli, menegaskan bahwa penetapan lapangan mini soccer sebagai prioritas pembangunan merupakan kesepakatan masyarakat, bukan keputusan sepihak pemerintah kecamatan. Menurutnya, warga sengaja memilih satu fokus utama agar rencana pembangunan tahun mendatang diarahkan pada kebutuhan yang sudah disepakati bersama.
"Berdasarkan hasil musyawarah dusun sebelumnya, untuk anggaran tahun 2027 kita sepakati fokus pada satu titik prioritas, yaitu pembangunan lapangan mini soccer," ujar Dusep.
Aspirasi pembangunan lapangan mini soccer tidak muncul tiba-tiba. Warga lebih dulu membahasnya melalui musyawarah dusun sebelum dibawa ke forum MusrenbangDes. Forum resmi itu digelar di Aula Kantor Desa Karangmekar dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cimanggu, perwakilan Puskesmas Cimanggu, tokoh masyarakat, Ketua RT/RW, anggota Linmas, serta unsur masyarakat lainnya.
Bagi warga, lapangan mini soccer diharapkan tidak sekadar menjadi tempat berolahraga. Dusep menyebut fasilitas itu dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat sekaligus mendorong aktivitas positif di lingkungan masyarakat.
"Lapangan itu juga diharapkan menjadi ruang pertemuan warga, tempat tumbuhnya kebersamaan, serta wadah bagi kegiatan sosial dan olahraga di tingkat desa," terangnya.
Pemerintah Kecamatan Cimanggu menyatakan dukungan penuh terhadap aspirasi yang telah disepakati masyarakat bersama pemerintah desa. Dusep berharap rencana tersebut dapat direalisasikan dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan warga.
"Atas nama Pemerintah Kecamatan Cimanggu, kami sepenuhnya mendukung keputusan masyarakat yang telah disepakati melalui musyawarah bersama pemerintah desa. Harapannya, ini bisa terealisasi dengan baik dan memberi manfaat luas," katanya.
Perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karangmekar, Adriana, menyatakan dukungan terhadap hasil MusrenbangDes. BPD menilai prioritas pembangunan yang ditetapkan telah mengakomodasi aspirasi masyarakat dan berkomitmen mengawal pelaksanaannya agar sesuai prinsip transparansi serta akuntabilitas.
Di balik pembahasan rencana pembangunan, Dusep mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dan koordinasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Roda pemerintahan Desa Karangmekar saat ini dijalankan oleh pelaksana tugas (Plt.) kepala desa dari unsur sekretaris desa.
Menurut dia, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat perlu ditangani secara terbuka dan mengedepankan musyawarah. BPD harus dilibatkan agar penyelesaian masalah berjalan transparan dan tidak berkembang menjadi konflik.
"Kami berharap sekecil apa pun permasalahan di masyarakat hendaknya selalu dikoordinasikan dengan BPD untuk dimusyawarahkan di tingkat desa. Dengan begitu, persoalan dapat diselesaikan secara baik, transparan, dan tidak berkembang menjadi konflik yang tidak kita harapkan," tegasnya.
Adriana menegaskan bahwa penetapan prioritas dalam MusrenbangDes baru merupakan bagian dari proses perencanaan. Realisasi lapangan mini soccer tetap bergantung pada tahapan penganggaran dan ketentuan yang berlaku.
"Penetapan prioritas dalam MusrenbangDes merupakan bagian dari proses perencanaan. Realisasinya tetap bergantung pada tahapan penganggaran dan ketentuan yang berlaku," tandasnya.
Harapan masyarakat Karangmekar kini tertuju pada tahapan perencanaan dan realisasi anggaran 2027. Usulan lapangan mini soccer telah menjadi prioritas dalam forum desa, dengan harapan dapat diwujudkan sebagai fasilitas olahraga yang bermanfaat bagi generasi muda dan masyarakat luas.