JAWA BARAT — Otoritas transportasi Malaysia menangguhkan registrasi baru Chery Omoda 5 dan mencabut sementara sertifikasi tipenya setelah satu unit kehilangan seluruh rakitan suspensi belakang beserta kedua rodanya di Johor Bahru. Chery Auto Malaysia langsung menarik varian C dan H untuk pemeriksaan menyeluruh. Di Indonesia, Chery Sales Indonesia menyatakan belum menerima laporan insiden serupa dan masih menunggu hasil investigasi prinsipal.
Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) Malaysia mengumumkan penangguhan registrasi Chery Omoda 5 dalam pernyataan resmi pada Minggu (11/10). Sertifikasi tipe kendaraan tersebut dicabut sementara, yang berarti model ini tidak bisa lagi didaftarkan untuk digunakan di jalan raya selama investigasi berlangsung.
Langkah JPJ mencakup investigasi teknis terhadap proses produksi dan rantai pemasok Omoda 5. Otoritas transportasi Malaysia ingin memastikan apakah cacat berasal dari lini perakitan, komponen dari pemasok, atau kombinasi keduanya.
Kejadian yang memicu seluruh rangkaian ini berlangsung pada 6 Oktober di dekat Aeon Mall Tebrau City, Johor Bahru. Seluruh rakitan suspensi belakang satu unit Omoda 5 terlepas berikut kedua rodanya saat mobil melaju di jalan raya.
Chery Auto Malaysia bergerak di hari yang sama dengan mengumumkan recall untuk varian C dan H. Perusahaan menjanjikan "pemeriksaan kendaraan menyeluruh dan tindak lanjut yang diperlukan", termasuk penggantian komponen bila ditemukan cacat.
Ini bukan pertama kalinya Omoda 5 ditarik di Malaysia. Pada Mei 2024, Chery menarik sekitar 600 unit karena potensi kegagalan suspensi dan as belakang. Recall saat itu juga dipicu insiden roda belakang yang terlepas saat kendaraan melaju.
Sekitar 60 unit dinyatakan terdampak dan komponennya diganti, lalu program ditutup pada Juni 2024. Investigasi kala itu menemukan pengelasan tidak sempurna pada komponen akibat kalibrasi peralatan yang meleset.
Omoda 5 kemudian diperbarui pada September 2025 dengan suspensi belakang multi-link yang menggantikan torsion beam. Belum jelas apakah recall kali ini terkait masalah baru atau melibatkan unit lama yang belum mendapat pembaruan tersebut.
Pengamat otomotif Malaysia menyoroti riwayat kejadian yang berulang. Hal Serudin dari konsultan otomotif Lampaki Consulting menilai tekanan dari JPJ mencerminkan perubahan sikap regulator terhadap produsen.
"Ini tampaknya insiden serius, yang kedua dari jenisnya, di mana pabrikan kini dimintai pertanggungjawaban oleh JPJ," kata Hal Serudin.
Ia juga membandingkan respons Chery di pasar lain. "Riwayat dan urutan kejadian juga menunjukkan bahwa proses keselamatan dan komunikasi perlu diperbaiki. Di beberapa pasar, seperti Australia, pabrikan tahu untuk memulai recall sukarela ketika menemukan cacat," lanjutnya.
Omoda 5 juga dipasarkan di Indonesia oleh Chery Sales Indonesia (CSI), tetapi unit untuk pasar Tanah Air dirakit di fasilitas mitra Chery, Handal Indonesia Motor. Unit Malaysia dirakit Inokom di Kedah, sehingga jalur produksinya berbeda.
Versi penyegaran Omoda 5 di Indonesia telah berganti nama menjadi Chery C5 sejak Juni 2025 dan memakai suspensi belakang multi-link. Recall serupa pernah berlangsung di Indonesia dengan melibatkan 420 unit Omoda 5.
CSI menyatakan belum akan melakukan recall dan masih menunggu hasil investigasi dari prinsipal. Perusahaan juga mempersilakan konsumen memeriksakan kendaraannya meski bukan bagian dari program recall.
"Kami telah menerima informasi mengenai program recall yang dikeluarkan oleh Chery Auto Malaysia terkait insiden Omoda 5. Kami terus berkoordinasi dan menunggu hasil investigasi dari Chery global," tulis CSI dalam keterangannya, Selasa (13/10).
"Hingga saat ini, kami belum menerima laporan insiden serupa di Indonesia," ujar perusahaan.
Bagi konsumen yang ingin memeriksakan kendaraannya, CSI meminta menghubungi Customer Care atau langsung mengunjungi bengkel resmi Chery Indonesia. Pemeriksaan ini tersedia meski unit bukan bagian dari program recall mana pun.