Pencarian

Menkop Targetkan Manajer Kopdes Merah Putih Ditempatkan Paling Lambat 25 September

Kamis, 17 September 2026 • 12:06:31 WIB
Menkop Targetkan Manajer Kopdes Merah Putih Ditempatkan Paling Lambat 25 September

JAWA BARAT — Menteri Koperasi Ferry Juliantono menargetkan penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) rampung paling lambat 25 September. Tenggat itu ditetapkan setelah verifikasi, validasi, dan evaluasi paralel bersama BPKP selesai, dengan serah terima eksekusi diserahkan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara. Percepatan ini krusial agar operasionalisasi ribuan koperasi yang sudah dilatih tidak tertunda.

Target tersebut disampaikan Ferry dalam rapat koordinasi bersama Badan Pengaturan (BP) BUMN serta PT Agrinas Pangan Nusantara. Rapat itu juga membahas besaran gaji, tunjangan, dan hal teknis lain bagi para manajer yang akan ditempatkan.

"Kita bisa asumsinya itu sudah ada selesai verifikasi, validasi. Setelah itu selesai dievaluasi secara paralel dengan BPKP kemudian dilaksanakan berita acara serah terima. Asumsi per tanggal 25 September sebenarnya proses penempatan atau deploy ini bisa dilakukan oleh PT Agrinas (Pangan)," ujar Ferry dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya @ferry.juliantono, Rabu (16/9).

Gaji dan Tunjangan Manajer Segera Diputuskan

Ferry menegaskan rapat koordinasi itu tidak hanya membahas jadwal penempatan. Pemerintah juga perlu segera memutuskan besaran gaji, tunjangan, dan hal-hal terkait lainnya bagi manajer Kopdes Merah Putih.

"Dalam rapat ini, kita juga perlu segera memutuskan rencana penempatan manager, termasuk besaran gaji, tunjangan, dan hal-hal terkait lainnya. Kita ingin memastikan seluruh proses berjalan tepat waktu agar operasionalisasi KDKMP dapat segera dilaksanakan dengan baik," tambahnya.

BP BUMN Minta Proses Tidak Berlarut-larut

Kepala BP BUMN Dony Oskaria meminta penempatan manajer tidak molor dan tetap mengikuti mekanisme yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres). Menurut Dony, Agrinas telah memetakan secara presisi koperasi-koperasi mana saja yang sudah siap beroperasi di lapangan.

"Saya tidak mau berlarut-larut prosesnya untuk segera dituntaskan sesuai dengan mekanisme di Inpers yang sudah dibuat. Nah ini kan harus nanti penentuan orang dan lain sebagainya diserahkan kepada Agrinas Pangan yang sudah mengetahui di mana posisi koperasi yang siap beroperasi," tambahnya.

Agrinas Siap Tampung 13 Ribu hingga 15 Ribu Manajer

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota sebelumnya mendesak Kementerian Koperasi dan BP BUMN segera menempatkan ribuan manajer Kopdes Merah Putih yang telah mengikuti pelatihan. Pihaknya mengaku siap menampung 13 ribu hingga 15 ribu manajer untuk langsung diterjunkan ke setiap koperasi yang telah siap beroperasi.

Joao mempertanyakan kendala birokrasi yang dinilai lamban dalam mengeksekusi program strategis tersebut. Meski kewenangan penempatan sepenuhnya berada di tangan instansi terkait, ia menilai persoalan itu seharusnya bisa diselesaikan tanpa menunggu kucuran anggaran.

"Ini kan manajer-manajer ini juga menjadi akhirnya kan menjadi ramai gitu. Apa sih susahnya gitu? Apa kendalanya gitu? Udah kalau enggak ini kasih aja ke Agrinas, kasih nama-namanya, kasih kontaknya, kami kirim email, kami kirim ini, gampang, enggak perlu ada biaya-biaya gitu," ujar Joao melalui unggahan Instagram pribadinya @bung.joaomota, Senin (14/9).

Kritik Birokrasi: Kerja Jangan Tunggu Anggaran

Joao menyinggung kebiasaan birokrasi yang selalu beralasan butuh anggaran sebelum mulai bekerja. Menurutnya, penempatan manajer bisa dikerjakan dengan inisiatif dan kreativitas tanpa menunggu dana terlebih dahulu.

"Kok sedikit-sedikit kerja itu harus selalu harus ada uang dulu baru kerja. Seolah-olah kayaknya tidak ada inisiatif, tidak ada kreativitas dalam bekerja gitu. Ini kerja model apa ini? Ini hanya menghambat saja gitu," tegasnya.

Ia juga menyayangkan sikap instansi terkait yang terkesan melempar tanggung jawab persoalan teknis langsung ke Presiden Prabowo Subianto. Menurut Joao, penempatan orang di lapangan merupakan hal teknis sederhana yang tidak sepatutnya berlarut-larut.

"Ini suatu program besar yang harus segera berjalan dan harusnya semua pihak mendukung. Ini semua kok sepertinya sedikit-sedikit harus dilempar ke Pak Presiden. Apa sih ini kendalanya gitu? Masalahnya cuman hanya menempatkan orang kok susah sekali gitu, kayak saya ndak habis pikir gitu," ungkap Joao.

Apa Artinya bagi Warga Desa dan Pelaku Usaha Lokal

Kopdes Merah Putih dirancang sebagai simpul ekonomi desa yang menyalurkan pembiayaan, distribusi sembako, hingga layanan logistik. Kepastian jadwal penempatan manajer menentukan apakah koperasi yang sudah terbentuk bisa segera melayani anggota atau justru menganggur tanpa pengelola.

Bagi pelaku usaha di desa, kecepatan eksekusi ini berdampak langsung pada akses pasokan dan harga barang. Sementara bagi pemerintah, molornya penempatan berpotensi menunda realisasi target program prioritas yang telah diamanatkan lewat Inpres.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks