JAWA BARAT — Komedian Sule mengungkap alasan dirinya jarang terlihat di layar kaca belakangan ini. Ia menegaskan bukan menolak tawaran, melainkan belum ada proyek komedi yang dianggap cocok dengan selera penonton saat ini. Sule memilih menikmati fase kariernya tanpa memaksakan diri.
Sule menjelaskan bahwa absennya dirinya dari program televisi bukan karena pilihan untuk rehat total. Pelawak berdarah Sunda ini mengaku masih terbuka terhadap tawaran yang datang, asalkan sesuai dengan konsep yang diinginkan.
"Ya kalau ada mah kita mau. Kalau ada mah kita mau, kan nggak ada," kata Sule di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Pernyataan itu muncul setelah penggemar ramai menanyakan kabar terbaru dirinya. Nama Sule memang sudah cukup lama tidak rutin menghiasi jadwal acara komedi di stasiun televisi.
Belum Ada Konsep Komedi yang Pas
Menurut Sule, tantangan terbesar bukan pada ketersediaan tawaran, melainkan pada kecocokan konsep. Ia merasa program komedi yang ada saat ini belum sepenuhnya selaras dengan apa yang diinginkan penonton.
"Ah, let it flow aja. Yang ada aja kita syukurin. Kalau komedi-komedi play masih belum ada lah. Kalau ada ya tergantung konsepnya seperti apa, kan harus penonton maunya siapa," tutur Sule.
Ia menambahkan bahwa keputusan untuk menerima atau menolak proyek selalu mempertimbangkan siapa yang akan menonton. Bagi Sule, komedi bukan sekadar tampil di depan kamera, tetapi juga soal menyampaikan sesuatu yang relevan dengan penonton.
Sadar Ada Masa dan Waktunya
Sule mengaku sudah lama memahami dinamika industri hiburan yang tidak pernah statis. Setiap orang, termasuk dirinya, punya masa kejayaan yang tidak bisa dipaksakan bertahan selamanya.
"Kita tuh harus sadar, harus sadar masa ada waktunya, waktu ada masanya. Kalau kita masih dipakai ya kita bersyukur. Gitu aja udah, nggak terlalu ngoyo lah," ucapnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan sikap legawa Sule terhadap perubahan lanskap hiburan nasional. Ia tidak memaksakan diri untuk terus tampil hanya demi menjaga eksistensi semata.
Analogi Ranting Pohon
Untuk menggambarkan perjalanan kariernya, Sule memakai analogi sederhana tentang buah yang tumbuh di ranting pohon. Menurutnya, tidak ada posisi yang benar-benar permanen dalam industri ini.
"Maksudnya kita itu kan harus kayak ranting. Tidak akan selamanya buah itu ada di sisi ranting, ada ranting-ranting yang lain," tutur Sule.
Analogi itu sekaligus menjadi pesan bahwa regenerasi di dunia komedi adalah hal yang wajar. Sule tampaknya menerima kenyataan tersebut sebagai bagian dari siklus yang harus dijalani setiap pelawak.
Hingga kini, belum ada jadwal atau program televisi baru yang dikonfirmasi akan menampilkan Sule secara rutin. Penggemar masih menantikan kapan pelawak yang dikenal lewat grup komedi itu kembali menghibur di layar kaca.