BANDUNG — Partai final tunggal dewasa putri Hydroplus Sirkuit Nasional A Jawa Barat 2026 berlangsung ketat hingga gim penentuan. Ruzana harus melewati tiga gim sebelum memastikan kemenangan atas Erghya Aulia Putri dengan skor 15-13, 13-15, 16-14. Laga digelar di Bandung dan menjadi penutup rangkaian kejuaraan bulutangkis nasional tersebut.
Kemenangan itu tidak diraih dengan mudah. Ruzana mengaku sempat kehilangan ritme pada gim kedua sehingga Erghya mampu menyamakan kedudukan dan memaksa pertandingan berlanjut ke gim ketiga.
Bola Kencang dan Berputar Bikin Ruzana Kehilangan Gim Kedua
Faktor kondisi shuttlecock menjadi salah satu penyebab Ruzana kehilangan gim kedua. Bola yang dinilai berputar dan melaju kencang membuat beberapa poin yang seharusnya bisa diselesaikan justru berakhir di luar lapangan atau tersangkut net.
"Bolanya kaya muter-muter, dan bolanya kencang membuat kadang beberapa poin harusnya saya matiin malah out atau nyangkut. Jadi malah mati sendiri," ungkap Ruzana membeberkan penyebab kekalahan di gim kedua.
Pada gim pertama, Ruzana tampil lebih nyaman. Ia banyak mendapat poin dari permainan depan dan serangan yang ia lancarkan dari belakang.
"Alhamdulillah menang tanpa cedera. Di gim pertama main cukup enak, saya mendapat poin dari memegang depan, trus dapat serangan dibelakang," ujar Ruzana kepada PB Djarum.
Instruksi Pelatih: Pegang Fokus dan Berani di Setiap Bola
Menghadapi gim penentuan, pelatih memberikan arahan agar Ruzana tetap menjaga fokus dan berani mengambil keputusan di setiap bola. Angka sempat mepet sepanjang gim ketiga sebelum Ruzana akhirnya mengunci kemenangan.
"Tadi pelatih minta saya untuk pegang pada fokusnya sama berani aja, megang setiap bolanya harus tau mau ngapain sama harus yakin aja," lanjutnya.
"Di gim ketiga, mepet terus angkanya. Kurang lebih mainnya dengan bola cepat. Akhirnya Alhamdulillah masih rejeki," sambungnya.
Target Berikutnya: Gelar di Ajang Internasional
Setelah menambah gelar nasional, Ruzana menyusun target lebih tinggi. Ia ingin meraih juara di level internasional sebagai kelanjutan dari pencapaiannya di Sirkuit Nasional A Jawa Barat 2026.
"Targetnya karena saya sudah Alhamdulillah sudah juara di nasional mau juara di internasional," ungkapnya.
Ruzana juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga dan PB Djarum yang dinilainya terus memberikan dukungan selama proses latihan dan pertandingan.
"Terimakasih buat keluarga yang sudah mensuport saya dalam kondisi apapun dan juga terutama buat PB Djarum yang selalu mendukung apapun yang saya butuhkan dan apapun itu, terutama koh Yopi, Koh Victor, pengurus, pelatih dan lainnya," pungkas Ruzana.