Pencarian

Agus Mulyana Kembali Pimpin IPSI Garut, Wasekum IPSI Jabar Ingatkan Jaga Ekosistem Perguruan

Senin, 05 Oktober 2026 • 12:01:31 WIB
Agus Mulyana Kembali Pimpin IPSI Garut, Wasekum IPSI Jabar Ingatkan Jaga Ekosistem Perguruan
Wakil Sekretaris Umum IPSI Jawa Barat, Wahyudi, membuka Muskab IPSI Garut 2026 di Institut Muhammadiyah Darul Arqom, Garut.

GARUT — Wahyudi, Wakil Sekretaris Umum Pengprov IPSI Jawa Barat, membuka langsung Musyawarah Kabupaten (Muskab) IPSI Garut 2026 yang digelar di Institut Muhammadiyah Darul Arqom (IMDA), Jalan Bratayudha Nomor 39, Garut. Forum tersebut menghasilkan keputusan mengembalikan Agus Mulyana atau yang akrab disapa Adis sebagai ketua IPSI Garut periode berikutnya.

Menurut Wahyudi, dukungan yang datang dari berbagai perguruan dan IPSI kecamatan menjadi indikator kuat bahwa kepemimpinan Agus masih diterima di kalangan pesilat Garut. Kepercayaan itu, katanya, tidak muncul tiba-tiba, tetapi dibangun melalui proses panjang yang melibatkan integritas, tradisi, dan pembuktian nyata di lapangan.

Prestasi Seni Jadi Alasan Utama Agus Mulyana Dipertahankan

Wahyudi menilai IPSI Garut punya rekam jejak yang sulit ditandingi dalam pengembangan silat seni tradisi, tidak hanya di Jawa Barat tetapi juga di tingkat nasional. Capaian itu terlihat dari dominasi atlet Garut di berbagai ajang, mulai dari SEA Games, kejuaraan dunia, O2SN, Popnas, hingga nomor Seni TGR di setiap PON.

"Juara Sea Games, Kejuaraan Dunia, O2SN, Popnas bahkan setiap PON untuk kategori Seni TGR, IPSI Garut selalu mendominasi. Ini membuktikan konsistensi pembinaan yang baik dan berkelanjutan," kata Wahyudi.

Konsistensi tersebut dinilainya sebagai buah dari sistem pembinaan yang berjalan berkelanjutan, bukan hasil kerja sesaat. Karena itu, keberlanjutan kepengurusan dianggap penting agar tradisi juara yang sudah terbangun tidak terputus.

Peta Persaingan PORPROV XV 2026 Diperingatkan Makin Ketat

Meski memiliki catatan prestasi panjang, Wahyudi mengingatkan bahwa multievent PORPROV XV 2026 Jawa Barat akan berjalan berbeda. Kekuatan kontestan dari kabupaten dan kota lain, menurutnya, kini hampir merata sehingga persaingan tidak lagi bisa diprediksi dari nama besar daerah.

"Dari beberapa event Garut mendominasi namun perbedaan skor kecil. Ini bisa patut diwaspadai, jika kendor sedikit tradisi juara seni akan bergeser ke daerah lain," ucap Wahyudi.

Selisih skor yang tipis itu, lanjutnya, menjadi sinyal bahwa dominasi Garut tidak lagi otomatis. Sedikit kelonggaran dalam pembinaan bisa berakibat langsung pada pergeseran gelar ke daerah pesaing.

Perguruan Diminta Jaga Kepercayaan Lewat Silaturahmi dan Pembinaan

Wahyudi berpesan agar IPSI Garut tetap berprestasi dengan menjaga ekosistem perguruan di samping memastikan kontinuitas pembinaan. Menurutnya, perguruan adalah aset prestasi IPSI di daerah yang tidak boleh dicederai oleh kepentingan sesaat.

"Perguruan itu aset prestasi IPSI di daerah, maka jangan ciderai dengan kepentingan. Jalin kepercayaan dengan silaturahmi dan pembinaan. Boleh jadi, atlet seni lahir dari potensi perguruan kecil di daerah," pungkas dia.

Ia menambahkan, atlet berprestasi tidak selalu berasal dari perguruan besar. Karena itu, hubungan antara pengurus, pelatih, dan atlet perlu dirawat sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan untuk mewujudkan prestasi pencak silat Indonesia.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jurnalisbicara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks