JAWA BARAT — Nikon Small World in Motion mendiskualifikasi Dr. Ning Xu dari Tsinghua University sebagai pemenang setelah video silia miliknya terbukti melanggar aturan penggunaan AI generatif. Gelar juara dialihkan ke Nguyen Nam Nhat dari Vietnam dengan video organisme bersel tunggal. Keputusan ini memicu perdebatan soal batas penggunaan AI dalam kompetisi ilmiah.
Kronologi Gugatan Ilmuwan hingga Diskualifikasi
Sejumlah ilmuwan, termasuk mantan juri kompetisi, mengirim keluhan ke Nikon bahwa video entri Xu tampak palsu. Mereka menemukan kelainan struktural pada video tersebut, dan sebagian melihat sesuatu yang menyerupai watermark AI di file sumber.
Xu kemudian mengakui memakai AI untuk membedakan dan memvisualisasikan fitur dalam gambar grayscale. Ia berpendapat penggunaannya masih sesuai aturan kontes, dan membantah AI dipakai untuk menghasilkan film eksperimental, silia, atau gerakannya.
Alasan Resmi Nikon Mencabut Kemenangan
Juru bicara Nikon Small World in Motion, Remi Yuter, menyatakan video pemenang tidak sesuai dengan peraturan kompetisi terkait AI. Nikon menegaskan keputusan ini bukan penilaian terhadap reputasi profesional atau kontribusi ilmiah peserta yang didiskualifikasi.
"Setelah mengevaluasi ulang video dan materi pendukung secara menyeluruh serta berkonsultasi dengan anggota panel juri kami, Nikon telah menetapkan bahwa video pemenang tidak sesuai dengan peraturan kompetisi terkait AI," kata Yuter, seperti dikutip dari Gizmodo, Sabtu (10/10/2026).
Video yang didaftarkan Xu tidak lagi muncul di halaman pemenang kontes. Yuter menyebut Nikon Small World akan meninjau kembali aturan dan prosedur evaluasi untuk entri kompetisi ke depannya.
Dampak ke Komunitas Pasien PCD
Dr. Robert Hirst, ilmuwan dari Leicester University, termasuk ahli yang menyuarakan keluhan kepada Nikon. Kepada BBC, Hirst mengaku tidak terkejut dengan keputusan penyelenggara dan yakin video itu dipalsukan.
"Saya telah mendiagnosa PCD selama 20 tahun dengan memeriksa bentuk gelombang silia, panjang, ukuran sel, dan bentuknya," kata Hirst.
Menurut Hirst, kontroversi ini berdampak pada banyak pasien, ilmuwan, dokter, dan jaringan pendukung PCD di seluruh dunia.
Sejarah Kompetisi Sejak 1974
Nikon Small World in Motion didirikan pada 2011 sebagai turunan dari Nikon Small World Photomicrography Competition yang sudah ada sejak 1974. Kedua kontes menampilkan keindahan objek yang dilihat melalui mikroskop, satu lewat medium foto dan lainnya lewat video.
Diskualifikasi ini menambah tekanan pada penyelenggara kontes visual dan ilmiah untuk memperjelas batas penggunaan AI generatif, terutama saat alat seperti generator video makin sulit dibedakan dari rekaman asli.