INDRAMAYU — Pemerintah Desa Rancasari bersama panitia peringatan Maulid Nabi menggelar tiga agenda utama dalam satu rangkaian acara. Nikah massal menjadi pembuka, disusul sunat massal bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan, lalu ditutup karnaval arak-arakan kreasi seni rupa.
Warga dari berbagai dusun terlibat langsung, mulai dari menyiapkan perlengkapan acara hingga mengikuti arak-arakan. Panitia menyebut keterlibatan warga menjadi kunci kelancaran kegiatan sejak persiapan hingga selesai.
Nikah Massal Beri Kesempatan Warga Resmikan Pernikahan
Agenda nikah massal menjadi salah satu program yang paling ditunggu. Kegiatan ini memberi kesempatan bagi pasangan di Desa Rancasari untuk melangsungkan pernikahan secara bersama-sama.
Pelaksanaan nikah massal sekaligus memangkas beban biaya yang biasanya harus ditanggung keluarga. Warga yang selama ini menunda pernikahan karena keterbatasan dana mendapat jalan lewat program tersebut.
Sunat Massal dan Kepedulian Sosial untuk Keluarga Kurang Mampu
Sunat massal digelar sebagai bentuk kepedulian sosial, khususnya bagi anak-anak dan keluarga yang membutuhkan dukungan. Peserta datang dari kalangan warga Desa Rancasari yang sebelumnya terdata oleh panitia.
Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi peringatan hari besar keagamaan di desa tersebut. Selain bernilai ibadah, sunat massal juga dinilai membantu orang tua mengurangi pengeluaran untuk layanan kesehatan anak.
Karnaval Arak-arakan Jadi Wadah Kreativitas Warga
Suasana peringatan semakin semarak lewat karnaval arak-arakan kreasi seni rupa. Warga menampilkan berbagai karya kreatif yang disiapkan jauh sebelum hari pelaksanaan.
Arak-arakan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memeriahkan peringatan Maulid Nabi. Sepanjang rute yang dilalui, warga turut menyaksikan dan meramaikan jalannya karnaval.
Kuwu Rancasari Apresiasi Kerja Panitia dan Warga
Kepala Desa (Kuwu) Rancasari, Wamin, menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara dan masyarakat yang telah mendukung kegiatan tersebut.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Rancasari dapat terlaksana dengan sukses dan meriah. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan seluruh masyarakat Desa Rancasari yang telah berpartisipasi, memberikan dukungan, serta bersama-sama menyukseskan acara ini," tuturnya.
Wamin menilai dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kegiatan. Ia berharap peringatan serupa dapat kembali digelar pada tahun mendatang dengan pelibatan warga yang lebih luas.
"Semoga pada tahun depan kegiatan ini bisa kembali dilaksanakan dengan lebih meriah dan lebih baik lagi. Mudah-mudahan kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong masyarakat Desa Rancasari terus terjaga sehingga kita dapat menyelenggarakan kegiatan yang semakin bermanfaat bagi seluruh masyarakat," tambahnya.
Harapan agar Tradisi Tahunan Terus Berlanjut
Peringatan Maulid di Desa Rancasari diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Nilai yang ingin dijaga adalah kerukunan dan semangat gotong royong antarwarga di Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu.
Rangkaian acara tahun ini menunjukkan partisipasi warga tetap tinggi meski kegiatan digelar dalam satu hari penuh. Panitia dan pemerintah desa sepakat menjadikan evaluasi pelaksanaan sebagai bahan perbaikan untuk peringatan berikutnya.