Pencarian

BRIN & Alam Semesta Integra Luncurkan Olimpus Apollo 1.0, Serap CO2 89,8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 • 09:36:31 WIB
BRIN & Alam Semesta Integra Luncurkan Olimpus Apollo 1.0, Serap CO2 89,8 Persen
Peluncuran Olimpus Apollo 1.0 oleh BRIN bersama PT Alam Semesta Integra di Jawa Barat.

JAWA BARAT — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT Alam Semesta Integra meluncurkan Olimpus Apollo 1.0, alat penangkap karbon berbasis mikroalga yang diklaim mampu menyerap CO2 hingga 89,8 persen. Teknologi ini dikembangkan sejak 2021 sebagai jawaban atas keterbatasan lahan hijau di kawasan perkotaan. Alat ini juga memproduksi oksigen dan biomassa yang bisa diolah menjadi bahan baku bioenergi.

Paragraf pembuka: Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN mencatat prototipe Olimpus Apollo 1.0 tidak sekadar menyerap karbon, tetapi juga mengeliminasi CO2 hingga 65 persen. Sistem itu bekerja lewat fotobioreaktor berisi mikroalga lokal Spirulina platensis, dilengkapi pemantauan irradiance, pH, dan suhu secara real time untuk mengoptimalkan fotosintesis. Alih-alih mengandalkan penanaman pohon, pendekatan ini memanfaatkan reaktor tertutup yang bisa ditempatkan di ruang sempit.

Desain Modular untuk Kawasan Padat

Direktur PT Alam Semesta Integra Eddy Setiawan menyebut keunggulan teknologi ini terletak pada desain modular yang fleksibel. Artinya, alat bisa dipasang dan disesuaikan dengan kebutuhan lokasi tanpa perlu lahan luas.

"Ketika kebutuhan pengurangan emisi tinggi tetapi ketersediaan ruang hijau terbatas, ini jadi solusi. Bisa dipasang di jalan protokol, kawasan industri, mal, hotel, hingga perkantoran," ujar Eddy.

Fleksibilitas itu menjadi nilai jual utama di kota-kota besar yang ruang terbuka hijaunya kian menyusut. Pemasangan di jalan protokol atau kawasan industri memungkinkan penyerapan emisi dilakukan tepat di sumber polusi, bukan di lokasi terpisah yang jauh dari pusat aktivitas.

Dari Penyerap Karbon Jadi Bahan Baku Energi

Biomassa mikroalga yang dihasilkan dari proses penangkapan karbon berpotensi diolah menjadi bahan baku bioenergi. Dengan begitu, Olimpus Apollo 1.0 tidak hanya masuk kategori Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS), tetapi juga mendukung transisi energi.

Mikroalga Spirulina platensis dikenal tumbuh cepat dan kaya nutrisi. Dalam konteks dekarbonisasi, pertumbuhannya yang pesat membuat penyerapan karbon berlangsung lebih efisien dibanding tanaman darat dengan laju tumbuh lambat.

Standar ISO 14064-2 dan Nilai ESG

Dari sisi tata kelola, Olimpus FCCUS diklaim menjadi proyek greenhouse gas (GHG) pertama di dunia yang menerapkan standar ISO 14064-2. Standar itu membuat pengurangan emisi terukur dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai aksi ESG bagi pemerintah, BUMN, maupun perusahaan swasta.

Bagi korporasi yang wajib melaporkan jejak karbon, kemampuan mengukur pengurangan emisi secara terverifikasi menjadi nilai tambah tersendiri. Laporan ESG yang kredibel kian menjadi syarat dalam rantai pasok global maupun pembiayaan hijau.

Kolaborasi Riset dan Industri

Kepala BRIN Arif Satria menilai inovasi ini menjadi contoh pemanfaatan kekayaan biodiversitas Indonesia untuk teknologi hijau.

"Riset tidak boleh berhenti pada publikasi atau prototipe. Nilai penelitian akan besar ketika bisa dikolaborasikan dengan industri dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat," kata Arif.

Menurutnya, keberhasilan riset kini tidak hanya diukur dari jumlah publikasi, tetapi dari sejauh mana hasil riset mampu bergerak dari invention menuju innovation, dan dari innovation menuju impact. Hilirisasi riset bersama PT Alam Semesta Integra menjadi salah satu contoh bagaimana temuan laboratorium dibawa ke tahap komersial.

Penutup: Olimpus Apollo 1.0 menawarkan jalur alternatif dekarbonisasi perkotaan yang tidak bergantung pada ketersediaan lahan hijau. Jika adopsinya meluas ke kawasan industri dan gedung komersial, teknologi ini berpotensi memperkuat posisi Indonesia di sektor carbon capture berbasis biodiversitas lokal.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks