Pencarian

Inflasi Kota Sukabumi September 2026 Terkendali di 2,75 Persen, Lebih Rendah dari Jabar dan Nasional

Jumat, 16 Oktober 2026 • 09:31:39 WIB
Inflasi Kota Sukabumi September 2026 Terkendali di 2,75 Persen, Lebih Rendah dari Jabar dan Nasional
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyampaikan laju inflasi kota pada September 2026 terkendali di angka 2,75 persen.

SUKABUMI — Laju inflasi Kota Sukabumi sepanjang September 2026 berada dalam rentang sasaran nasional 2,5 persen plus-minus 1 persen. Angka tahunan 2,75 persen itu juga lebih rendah dari capaian Provinsi Jawa Barat maupun nasional.

Meski terkendali, sejumlah komoditas pangan tetap menekan harga. Telur ayam ras hingga cabai rawit mengalami kenaikan akibat tekanan pasokan dan permintaan pasar yang meningkat.

Telur dan Ponsel Jadi Penyumbang Inflasi Bulanan

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, Neng Rahmi, menjelaskan inflasi bulanan September 2026 antara lain dipengaruhi kenaikan harga telur ayam ras dan telepon seluler. Kedua komoditas itu masing-masing memberi andil 0,04 persen.

Pisang menyumbang andil 0,03 persen. Kenaikan harga juga tercatat pada daging ayam ras, buncis, beras, cabai rawit, dan jagung manis.

Secara tahunan, emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,39 persen. Bensin menyusul di 0,24 persen, disusul daging ayam ras, beras, tahu mentah, dan minyak goreng.

Kemarau Panjang Tekan Pasokan Pangan Segar

Rahmi menyebut kenaikan harga sejumlah bahan pangan berkaitan dengan kondisi iklim dan meningkatnya permintaan masyarakat. Kemarau panjang pada periode sebelumnya menekan pasokan beberapa komoditas pangan segar, termasuk cabai dan beras.

"Di sisi lain, peningkatan permintaan masyarakat juga memicu kenaikan harga telur dan daging ayam ras," jelasnya.

Tekanan harga pada sejumlah komoditas diredam panen raya bawang merah. Pasokan tambahan itu membantu menekan harga komoditas tersebut di pasaran.

11 Titik Gerakan Pangan Murah Sepanjang September

TPID Kota Sukabumi menjalankan sejumlah intervensi untuk meredam tekanan harga. Langkah itu meliputi penyaluran bantuan pangan, Gerakan Pangan Murah di 11 titik, serta pasar murah dan bazar di delapan titik.

Program tersebut menjadi bagian upaya pemerintah menjaga keterjangkauan bahan pokok, terutama saat harga sejumlah komoditas naik. Efektivitasnya tetap perlu dilihat dari kemampuan menjangkau warga yang membutuhkan dan dampaknya terhadap harga di tingkat konsumen.

Ayep Zaki Minta Pengawasan Harga Diperkuat

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengapresiasi kerja sama berbagai pihak dalam menjaga stabilitas harga di tengah dinamika ekonomi dan perubahan cuaca. Menurutnya, capaian inflasi itu perlu dipertahankan melalui pengawasan konsisten terhadap harga, pasokan, dan distribusi barang kebutuhan pokok.

"Alhamdulillah, laju inflasi Kota Sukabumi pada September 2026 ini sangat terkendali. Angka tahunan kita sebesar 2,75 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata Jawa Barat maupun nasional. Ini merupakan hasil kerja bersama dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi dan tantangan cuaca," ujar Ayep.

Pemerintah kota tidak ingin terlena oleh angka inflasi yang relatif rendah. Pergerakan harga di pasar tetap membutuhkan perhatian, terutama komoditas pangan yang berpengaruh langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.

Ayep menegaskan Pemkot Sukabumi akan memperkuat pemantauan harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi. TPID diarahkan meningkatkan koordinasi dengan distributor serta melanjutkan program pangan murah agar masyarakat tetap punya akses terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.

"Ke depan, TPID akan terus melakukan pemantauan intensif di lapangan, memperkuat koordinasi dengan jaringan distributor, dan memastikan program-program pangan murah terus berlanjut demi kenyamanan masyarakat Kota Sukabumi," katanya.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarjabar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks