Pencarian

Gadget Retro Kembali Populer, dari Pemutar Kaset sampai Flip Phone

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 12:06:01 WIB
Gadget Retro Kembali Populer, dari Pemutar Kaset sampai Flip Phone
Jam tangan digital Casio F-B100W viral karena menggabungkan tampilan retro dengan pelacakan langkah kaki.

JAWA BARAT — Gelombang gadget retro kembali menyeruak di pasar teknologi konsumen sepanjang tahun ini, mulai dari jam tangan digital Casio hingga pemutar kaset portabel. Fenomena ini muncul sebagai respons terhadap kelelahan langganan aplikasi dan kehadiran AI yang makin masif di perangkat modern. Sebagian produk menawarkan fungsi kekinian di balik cangkang lawas, sebagian lain justru mengedepankan kesederhanaan.

Minat terhadap perangkat bergaya lawas tumbuh di berbagai segmen pasar, dari jam tangan hingga pemutar musik. Sejumlah produk yang mencuat tahun ini memadukan fungsionalitas modern dengan desain old-school, sementara yang lain sengaja membatasi diri agar pengguna lepas dari layar.

Jam Tangan Digital Casio F-B100W

Casio F-B100W menjadi salah satu produk paling viral di kategori ini. Jam tangan digital bercangkang clunky tersebut mampu menghitung langkah kaki pengguna, fungsi yang biasanya hanya ada di smartwatch.

Kombinasi tampilan retro dan pelacakan aktivitas membuatnya jadi alternatif ringan bagi pengguna yang enggan memakai perangkat wearable penuh fitur.

Pemutar Musik New Matter Sudo

New Matter Sudo masih dalam tahap pengembangan, tetapi desainnya sudah menarik perhatian. Perangkat ini menyerupai iPod Classic dengan click wheel dan jack audio 3,5 mm, elemen yang memberi sensasi navigasi fisik.

Meski berpenampilan lawas, Sudo dirancang bisa mengakses layanan streaming musik. Slot microSD turut disematkan untuk menambah kapasitas penyimpanan.

Telepon Dinding Pinwheel Home

Pinwheel Home Phone berbentuk telepon dinding yang hanya bisa menghubungi kontak yang telah disetujui. Batasan itu ditujukan agar anak usia praremaja bisa mengobrol dengan teman tanpa terpapar media sosial.

Pendekatan ini menempatkan kesederhanaan sebagai fitur utama, bukan kekurangan.

Nokia 300 Charge dan Commodore Callback

Nokia 300 Charge adalah feature phone modern yang tidak lagi terhubung ke dinding lewat kabel melingkar. Senter menjadi salah satu daya tariknya, diklaim empat kali lebih terang dibanding senter pada Nokia 105. Perangkat ini juga membawa power bank bawaan dan jack headphone.

Commodore Callback mengambil bentuk flip phone dengan pendekatan berbeda. Perangkat ini diposisikan sebagai "speed bump for your mind", jalan untuk mengurangi ketergantungan pada smartphone.

Pemutar CD dan Kaset

Yamaha CD-C603 menghadirkan pemutar CD lima cakram, format yang terasa mundur ke era 2002. Di sisi lain, Shanling EC Play menawarkan pemutar CD portabel dengan kredensial audiolifle: amplifier headphone, daya tahan 12 jam, serta output Bluetooth, 3,5 mm, 4,4 mm, dan Coax.

Gadhouse Miko menjadi pilihan bagi penggemar kaset. Pemutar portabel ini membuat pengguna benar-benar memiliki musik yang diputar, tanpa risiko bertemu lagu hasil AI.

Headphone dan Kamera Film

FiiO EH11 adalah headphone on-ear bergaya retro yang menonjolkan desain, bukan sekadar spesifikasi. Sementara Kodak Snapic A1 mengajak pengguna kembali ke fotografi film.

Kamera saku murah ini ditujukan bagi pemilik ponsel yang penuh foto tak pernah dilihat, agar lebih terlibat dengan gambar yang diambil.

Mengapa Gadget Retro Laris

Antusiasme terhadap perangkat analog muncul di tengah makin padatnya fitur dan langganan di gadget modern. Sebagian konsumen mencari perangkat yang fungsinya jelas dan tidak menuntut perhatian terus-menerus.

Produsen menangkap sinyal itu dengan menghadirkan kembali bentuk-bentuk lama, kadang disertai teknologi baru di dalamnya. Strategi ini memungkinkan produk retro masuk ke ceruk pasar yang tidak puas dengan perangkat serba terhubung.

Pilihan untuk Konsumen Indonesia

Bagi pengguna di Indonesia yang ingin mengurangi waktu layar, feature phone dan telepon dinding terbatas bisa jadi opsi realistis. Sementara pemutar kaset dan CD lebih cocok untuk penggemar audio yang ingin merasakan pengalaman mendengarkan secara fisik.

Ketersediaan resmi tiap produk di pasar lokal belum tentu merata, sehingga calon pembeli perlu memeriksa kanal distribusi masing-masing brand sebelum memutuskan.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks