KOTA BOGOR — Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Bogor menurunkan 12 atlet untuk bertanding di 18 nomor dari total 22 nomor yang dipertandingkan pada Porprov Jawa Barat 2026. Ajang itu berlangsung di Bekasi Convention Center pada 8–18 November 2026.
Ketua Pengcab POBSI Kota Bogor, Ronny Kunaefi, menyebut target awal timnya adalah tiga medali emas. Angka itu dipasang dengan mempertimbangkan peta kekuatan lawan dan hasil kejuaraan sebelumnya.
Siapa Saja 12 Atlet yang Diturunkan
Komposisi tim dibagi ke lima divisi. Divisi Pool Putra diisi I Putu Wahyu D. dan Yusuf Zaldy. Sementara Pool U-23 Putra diperkuat M. Dharves, Ethan Tjang P., dan Jose Immanuel S.
Di Pool Putri, POBSI Kota Bogor menugaskan Aldita Rizki S. dan Robiatul Adawiyah. Adapun Michelle Antonia turun di Pool U-23 Putri.
Tiga divisi lain diisi Tubagus Rifki F. R. di Snooker, Ivan Satya di Billiards, serta duet Effendi Sedjuan dan Anindya Satria Y. di Carom.
Peluang Emas Terbuka setelah 7 Perunggu di Bandung Barat
Ronny menilai target tiga emas masih bisa terlampaui. Pada kejuaraan sebelumnya di Bandung Barat, timnya meraih tujuh medali perunggu setelah terhenti di semifinal.
"Target awal kita adalah 3 medali emas. Namun, melihat hasil kejuaraan sebelumnya di Bandung Barat di mana kita meraih 7 medali perunggu setelah terhenti di semifinal, seharusnya kali ini kita berpeluang meraih hingga 5 medali emas," ungkap Ronny, Senin (19/10/2026).
Peluang itu terbuka seiring sejumlah daerah lawan membatasi pengiriman atlet karena kebijakan efisiensi anggaran. Meski begitu, Ronny mengingatkan anak asuhnya agar tetap waspada.
Tim tuan rumah Kota Bekasi disebut sebagai lawan terberat. Skuadnya diperkuat sejumlah atlet perpindahan dari Kabupaten Bekasi yang rata-rata berstatus eks-atlet PON.
TC Dua Bulan di Bantar Kemang dan Kendala Fokus Atlet
Untuk menjaga ketajaman permainan, POBSI Kota Bogor menggelar pemusatan latihan di Jogja Biliar, Bantar Kemang, Kecamatan Bogor Timur. Program TC sudah berjalan dua bulan terakhir.
Pembinaan mental juga menjadi perhatian. Kendala utama yang dihadapi adalah menjaga fokus latihan di tengah kesibukan atlet mencari kejuaraan tambahan.
Mayoritas atlet belum memiliki pekerjaan tetap, sehingga turnamen tambahan menjadi kebutuhan tersendiri bagi mereka. Kondisi itu menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pengurus cabang menjelang Porprov.