KUNINGAN — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Indra Bayu menyatakan pemantauan udara menunjukkan penurunan jumlah titik api. Pada Kamis (22/10/2026) pukul 18.00 WIB terdeteksi 13 titik, lalu tersisa 10 titik pada Jumat (23/10/2026) pukul 16.00 WIB setelah operasi pemadaman.
Vegetasi yang terbakar meliputi semak belukar, alang-alang, serasah kering, dan pohon pinus. "Sebaran Titik api secara signifikan berkurang dari hasil pantauan PUTA dan Drone Thermal," tutur Indra, Sabtu (24/10/2026).
Dua Metode Pemadaman: Water Bombing dan Manual
Upaya pemadaman dilakukan lewat dua jalur. Helikopter diterbangkan untuk pengeboman air (water bombing), sementara petugas darat memadamkan api secara manual.
Water bombing diprioritaskan menjangkau kawasan yang sulit diakses petugas di darat. "Operasi pemadaman menggunakan Water Boombing dan manual. Mungkin yang pasti sudah dua kali dan mudah-mudahan bisa dilanjutkan minimalnya sampai yang di area-area sulit bisa ada water bombing untuk pemadaman," kata Indra.
Menurutnya, water bombing juga bisa dipakai untuk pendinginan di area yang sudah terbakar. Angin kencang disebut menjadi kendala utama karena mempercepat rambatan api di medan terjal.
Tiga Sektor Pemadaman dan Ribuan Personel Gabungan
Pada Sabtu (24/10/2026), tim gabungan diterjunkan dan dibagi ke tiga sektor: Bukit Seribu Bintang (BSB), Karang Dinding, dan Bintangot. Pembagian sektor dilakukan agar pemadaman tidak menumpuk di satu titik.
Tim terdiri atas personel Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), TNI, Polri, BPBD, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla), pemadam kebakaran, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, dan warga setempat.
Luas Area Terbakar Belum Dihitung
Hingga kini luas kawasan yang terbakar belum dapat dipastikan. Petugas masih memprioritaskan penanganan kebakaran dan pemetaan titik-titik api sebelum menghitung total area terdampak.
Pemetaan itu diperlukan agar penghitungan luas tidak salah dasar, terutama karena api bergerak mengikuti angin di lereng yang sulit dijangkau. Penanganan difokuskan pada pemadaman dan pendinginan di tiga sektor hingga api benar-benar padam.