JAWA BARAT — Monarc bukan sekadar merek baru yang numpang nama. Perusahaan ini digawangi oleh Julia Moran dan Ryan Callahan, dua tokoh yang sebelumnya menjabat sebagai Principal Engineer dan Head of Product di Lectric eBikes — pabrikan sepeda listrik terbesar di Amerika Utara. Tak hanya meminjam sumber daya manusia, Monarc juga memanfaatkan rantai pasok, daya beli, dan infrastruktur operasional Lectric di belakang layar.
"Kami sangat terinspirasi oleh apa yang ingin dicapai Ryan dan Julia bersama Monarc. Kami ingin memberi mereka platform khusus untuk mewujudkan visi itu," ujar Levi Conlow, CEO Lectric eBikes, dalam pernyataan resmi.
Jantung penggerak Monarc Marker mengandalkan motor hub Bafang B750. Motor ini memiliki daya nominal 750 watt dan torsi 85 Nm. Namun, berkat kontroler 30 ampere, puncak daya yang bisa dikeluarkan mencapai 1.638 watt — angka yang langka di kelas harga Rp 31 jutaan.
Performa itu langsung menempatkan Marker di atas pesaing seperti Aventon Aventure 3 dan Velotric Nomad yang sama-sama dibanderol US$ 1.999. Kedua kompetitor itu kalah jauh dalam hal spesifikasi motor dan paket baterai.
Keunggulan paling mencolok dari Monarc Marker ada di sistem baterainya. Setiap unit dikirim langsung dengan dua unit baterai LG 48V 15Ah. Masing-masing menyimpan 720 Wh, sehingga total kapasitas gabungan mencapai 1.440 Wh. Bandingkan dengan sepeda listrik petualang lain di harga serupa yang umumnya hanya membawa satu baterai 720 Wh.
Baterai-baterai ini sudah mengantongi sertifikasi UL 2271 dan punya rating ketahanan air IPX7. Artinya, baterai bisa bertahan terendam di air sedalam 1 meter. Sepeda secara keseluruhan juga sudah tersertifikasi UL 2849 dengan rating IPX6 — artinya aman disemprot dengan tekanan air tinggi tanpa khawatir komponen kelistrikan rusak.
Monarc mencoba membedakan diri lewat kebijakan purnajual yang agresif. Garansi yang ditawarkan mencapai lima tahun — hampir tidak pernah terdengar di industri sepeda listrik yang mayoritas hanya memberikan garansi satu hingga dua tahun. Layanan pelanggan juga diperpanjang: Senin hingga Jumat pukul 07.00 hingga 19.00 waktu setempat.
Bagian kaki-kaki dan penggerak juga tidak main-main. Monarc Marker mengadopsi grup set Shimano CUES 9-speed, ban Kenda, rem cakram hidrolik empat piston Star Union, dan fork suspensi buatan sendiri bernama Gneiss. Fork ini menggunakan desain reverse-arch yang lazim ditemukan pada suspensi sepeda gunung kelas atas, dengan travel 80 mm. Desain tersebut diklaim mampu mengurangi bobot sekaligus menambah kekakuan stanchion.
Tak ketinggalan, rak belakang sudah kompatibel dengan sistem MIK dan dilengkapi panel samping bergaya MOLLE yang memungkinkan pengguna menambahkan berbagai aksesori tambahan. Monarc Marker jelas datang bukan sebagai pemain iseng — melainkan pesaing serius yang siap mengubah peta persaingan sepeda listrik premium di Amerika Utara.