Pejabat Pemkab Purwakarta Yogi Saleh Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kamar, Polisi Masih Selidiki Penyebab

Penulis: Luthfi Hakim  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 14:59:32 WIB
Jenazah Yogi Saleh ditemukan bersimbah darah di kamar rumahnya di Purwakarta.

PURWAKARTA — Jenazah Yogi Saleh pertama kali ditemukan oleh istrinya yang baru pulang dari acara wisuda bersama anak dan mertua sekitar pukul 19.30 WIB. Saat tiba, seluruh pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam dan lampu padam. Istrinya terpaksa masuk melalui jendela yang dicongkel setelah menggedor pintu depan dan memeriksa akses belakang rumah tanpa respons.

“Ketika pintu kamar dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tergeletak dan bersimbah darah di dalam kamar,” kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, Senin (15/6).

Barang Bukti yang Diamankan dari TKP

Tim Inafis yang tiba di lokasi langsung mengamankan sejumlah barang bukti. Polisi menemukan sebuah tangga, dua potong kabel terputus, satu ikat pinggang, telepon genggam, dompet berisi uang tunai, serta sebilah pisau dapur berwarna kuning. Barang-barang itu diduga sempat digunakan dalam upaya gantung diri, namun dugaan itu masih perlu pendalaman.

“Ini masih dugaan sementara berdasarkan temuan di lapangan. Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban meninggal karena bunuh diri atau tindak pidana,” ujar Made.

Hasil Visum: Luka Tusuk dan Bekas Jeratan

Hasil visum luar menunjukkan korban mengalami tiga luka tusukan di bagian leher, satu luka robek di bagian dada atau ulu hati, bekas jeratan di leher, serta memar di beberapa bagian tubuh. Polisi memastikan tidak ada barang berharga yang hilang dari lokasi kejadian, sehingga indikasi perampokan belum ditemukan.

“Hingga saat ini kami belum menemukan indikasi perampokan maupun tanda-tanda perkelahian di dalam rumah,” kata Made.

Keluarga Minta Kejelasan, Tolak Dugaan Bunuh Diri

Keluarga korban meminta polisi mengusut tuntas kasus ini. Perwakilan keluarga, Eka Yusuf, mengaku melihat banyak luka di tubuh kakaknya yang membuatnya mempertanyakan dugaan awal yang berkembang.

“Saya melihat ada kejanggalan. Banyak luka di tubuh kakak saya, di leher dan bagian lainnya. Kalau takdir saya terima, tapi kalau memang ada tindakan pidana, keluarga meminta keadilan dan meminta polisi mengungkap kasus ini seterang-terangnya,” kata Eka.

Menurut Eka, Yogi dikenal sebagai pribadi yang religius dan aktif beribadah. Ia sulit mempercayai anggapan bahwa korban mengakhiri hidupnya karena depresi. Keluarga juga mengungkapkan korban sempat mengeluhkan persoalan pekerjaan kepada istrinya, meski detailnya tidak diketahui secara rinci.

Polisi Masih Menunggu Hasil Autopsi

Penyidik saat ini tengah mendalami isi telepon genggam korban, termasuk percakapan terakhir sebelum ditemukan meninggal. Istri korban yang menjadi saksi utama belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut karena masih mengalami syok berat.

“Hari ini kami sudah melakukan autopsi. Hasilnya masih menunggu dari tim kedokteran forensik. Nanti hasil autopsi akan kami sinkronkan dengan hasil penyelidikan dan keterangan saksi untuk menentukan penyebab pasti kematian korban,” ujar Made.

Reporter: Luthfi Hakim
Sumber: radarkarawang.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top