JAWA BARAT — Lenovo baru saja meluncurkan dua tablet Android premium sekaligus di Indonesia: Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 sebagai varian andalan dan Lenovo Idea Tab untuk segmen yang lebih terjangkau. Keduanya mengusung fitur kecerdasan buatan (AI) dan diklaim punya performa setara laptop berkat dukungan WPS Office versi PC. Tapi, apakah benar-benar bisa menggantikan laptop? Kami coba bedah berdasarkan pengalaman langsung dan data teknis yang tersedia.
Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 dibanderol mulai Rp 8,8 juta hingga Rp 12,4 juta, tergantung kapasitas penyimpanan, jenis layar, dan kelengkapan aksesori. Sementara Lenovo Idea Tab standar mulai dari Rp 4,2 juta untuk varian 8/128 GB yang sudah termasuk pena aktif dan keyboard. Perbedaan harga yang signifikan ini langsung menunjukkan segmen yang dibidik: Pro untuk pengguna yang butuh performa lebih, standar untuk kebutuhan dasar produktivitas dan hiburan.
Kedua tablet ini sama-sama membawa teknologi AI, tapi yang paling menarik adalah klaim "kemampuan kinerja setara perangkat kelas unggulan". Dari pengalaman hands-on, antarmuka terasa responsif dan multitasking lancar. Dukungan WPS Office versi PC-level menjadi nilai jual utama— bisa membuka, mengedit, dan menyimpan dokumen kompleks tanpa lag berarti. Namun, perlu diingat: ini masih Android, bukan Windows. Aplikasi desktop-native seperti Adobe Premiere atau AutoCAD jelas tidak bisa diandalkan di sini.
Dari kesan pertama, Lenovo Idea Tab Pro Gen 2 adalah pilihan menarik bagi pelajar, mahasiswa, atau profesional muda yang aktivitas utamanya ada di dokumen, presentasi, dan browsing—dan ingin satu perangkat ringkas tanpa ribet bawa laptop. Tapi, jangan harap bisa menggantikan laptop untuk rendering video berat, coding, atau desain grafis tingkat lanjut. Buat kebutuhan itu, laptop Windows atau MacBook tetap tak tergantikan.
Kami akan melakukan pengujian lebih mendalam untuk performa gaming, daya tahan baterai dalam pemakaian harian, dan konsistensi fitur AI-nya. Pantau terus untuk review lengkapnya.