Bandung sejak lama disebut sebagai Silicon Valley-nya Indonesia. Tidak hanya soal kreativitas anak mudanya, tetapi juga ekosistem pendukung seperti inkubator, co-working space, dan perkumpulan startup yang solid. Dari sini lahir perusahaan rintisan yang tidak hanya populer, tetapi juga punya kontribusi langsung ke perekonomian lokal.
Tiga nama berikut sudah teruji — eFishery di bidang akuakultur, Kata.ai di ranah kecerdasan buatan, dan Evermos di social commerce. Masing-masing punya cerita dan strategi yang patuk dipelajari, baik oleh calon investor, pelaku UMKM, maupun perantau yang ingin memahami geliat wirausaha di Jabar.
eFishery didirikan Gibran Huzaifah di Bandung pada 2013. Startup ini mengembangkan sistem pakan otomatis berbasis Internet of Things (IoT) untuk tambak ikan dan udang.
Dengan sensor dan algoritma, pemberian pakan bisa disesuaikan dengan kebutuhan biota — mengurangi pemborosan hingga 30% dan meningkatkan produktivitas. Teknologi ini sudah digunakan ribuan petambak di Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Sumatra.
Pendekatan eFishery tidak hanya teknologis, tetapi juga sosial. Mereka menyediakan akses pembiayaan bagi petambak kecil melalui kemitraan dengan bank dan koperasi. Hasilnya, nelayan tradisional bisa beralih ke budidaya yang lebih terukur.
Kata.ai didirikan Irzan Raditya dan tim di Bandung pada 2015. Perusahaan ini mengembangkan platform Natural Language Processing (NLP) untuk percakapan chatbot dan asisten virtual berbahasa Indonesia.
Produknya digunakan oleh korporasi besar — dari perbankan, telekomunikasi, hingga e-commerce — untuk otomatisasi layanan pelanggan. Yang membedakan, Kata.ai fokus pada pemahaman konteks lokal: dialek, singkatan, dan istilah pasar Indonesia.
Hingga 2025, mereka telah memproses miliaran percakapan dan menjadi salah satu pemain NLP terdepan di Asia Tenggara. Tim engineering-nya sebagian besar rekrutan dari universitas di Jabar, seperti ITB dan Telkom University.
Evermos didirikan Arip Tirta, Ghufron, dan tim pada 2018. Platform ini menghubungkan reseller individu dengan produsen produk halal — mulai dari makanan, fashion, hingga kosmetik.
Model bisnisnya berbasis komisi: setiap reseller bisa menjual tanpa modal stok, karena barang dikirim langsung dari produsen ke pembeli. Evermos juga menyediakan pelatihan digital marketing bagi anggotanya, yang mayoritas ibu rumah tangga di Jawa Barat.
Dalam lima tahun, Evermos menjangkau lebih dari 500 ribu reseller di 200 kota/kabupaten. Mereka juga menggandeng ribuan UMKM lokal untuk masuk ke rantai pasok digital. Dampak ekonomi langsung terasa di daerah-daerah seperti Garut, Cianjur, dan Tasikmalaya.
Apa saja startup lain dari Jawa Barat yang sedang berkembang?
Selain tiga di atas, ada beberapa nama seperti RuangGuru (meski basis utamanya Jakarta, banyak engineer di Bandung), serta startup pariwisata seperti Jejak.in dan Goweser. Namun, kepastian alamat dan skala perlu diverifikasi langsung.
Bagaimana cara bergabung dengan program kemitraan eFishery?
Pendaftaran bisa dilakukan melalui aplikasi eFishery atau menghubungi tim lapangan di daerah. Tidak ada biaya pendaftaran, tetapi syarat kepemilikan tambak dan akses internet perlu dipenuhi.
Apakah Kata.ai menyediakan API untuk developer?
Ya, platform Kata.ai terbuka untuk integrasi melalui REST API. Dokumentasi lengkap tersedia di situs resmi mereka. Cocok untuk startup yang ingin menambahkan fitur chatbot berbahasa Indonesia.
Apakah Evermos menerima reseller dari luar Jawa Barat?
Bisa. Reseller dapat mendaftar dari mana saja di Indonesia, namun pengiriman produk terbatas pada wilayah yang sudah ada mitra logistik. Cek daftar wilayah pada aplikasi.
Bagaimana prospek investasi di startup Jabar?
Ekosistem Jabar terus menarik minat venture capital. Bandung menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan startup tertinggi di Indonesia. Investor bisa memantau laporan DealStreetAsia atau DailySocial untuk data pendanaan terkini.
Ekosistem startup di Jawa Barat tidak berhenti di sini. Setiap tahun lahir perusahaan rintisan baru yang menyasar masalah lokal — dari distribusi pangan, pendidikan vokasi, hingga pariwisata berkelanjutan. eFishery, Kata.ai, dan Evermos hanyalah contoh awal. Perkembangan selanjutnya bergantung pada kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan swasta. Pantau terus peta startup Bandung — bisa jadi nama-nama berikutnya muncul dari kota kembang.