Berkat Binaan Rumah BUMN BRI, UMKM Tenun Ikat Jepara Tembus Pasar Ekspor ke 8 Negara

Penulis: Jefri Siahaan  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 13:39:01 WIB
Produk tenun ikat buatan UMKM KAINRATU asal Jepara dipamerkan dalam ajang ekspo untuk memperkenalkan motif khas daerah ke pasar global.

JEPARA — Sebuah usaha kecil menengah (UMKM) tenun asal Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara, kini melebarkan sayapnya ke pasar mancanegara. KAINRATU, nama usaha itu, tercatat telah mengekspor produk ke Amerika Serikat, Jepang, Myanmar, Thailand, Arab Saudi, Portugal, Malaysia, dan Selandia Baru.

Keberhasilan itu diraih setelah KAINRATU mengikuti program BRIncubator dan pendampingan dari Rumah BUMN BRI. Perusahaan pelat merah itu memberikan pelatihan pengembangan produk, pengemasan, hingga pemasaran digital.

Dari Website Keluarga ke Pasar Global

Co-Owner KAINRATU, Maria Leoni, menceritakan bahwa usahanya berawal dari membantu memasarkan kain tenun milik orang tuanya melalui website gardutroso.com. Pada 2019, mereka resmi bermigrasi ke platform www.tokotenun.com dan www.kainratu.com.

“Usaha ini telah berjalan selama kurang lebih 9 tahun. Awal mula kami berangkat dari latar belakang keluarga sebagai penenun di Desa Troso, Jepara, yang dikenal sebagai sentra tenun ikat,” ujar Maria.

Kini, KAINRATU tidak hanya menjual kain, tetapi juga busana siap pakai. Produk paling laris adalah Kain Tenun Double Ikat 3 Dimensi dan Tenun Endek CSM yang mengangkat motif khas Jepara, Kalimantan, Sumba, dan Nusa Tenggara Timur.

Program Inkubasi BRI: Pelatihan hingga Kurasi Ekspo

Maria mengaku mulai mengenal Rumah BUMN BRI saat sering berkunjung ke kantor BRI. Ia kemudian mengikuti seleksi program BRIncubator dan dinyatakan lolos. “Rumah BUMN BRI telah memberikan banyak manfaat bagi pengembangan usaha kami melalui berbagai pelatihan yang dibawakan oleh mentor berpengalaman,” imbuhnya.

Selain pelatihan, KAINRATU juga terpilih mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) setelah melalui proses kurasi. Ajang itu membuka peluang promosi yang lebih luas, termasuk ke pasar internasional.

Hingga akhir Maret 2026, BRI telah membina 54 Rumah BUMN di seluruh Indonesia dan menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan untuk UMKM.

Warisan Budaya yang Bernilai Ekonomi

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menilai perjalanan KAINRATU membuktikan bahwa kekayaan budaya lokal bisa menjadi sumber peluang ekonomi berkelanjutan. “Kemampuan memadukan kualitas produk, inovasi, dan pemanfaatan berbagai peluang pengembangan menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM,” katanya.

Menurut Akhmad, produk yang tetap berakar pada budaya lokal namun relevan dengan kebutuhan pasar mampu bersaing di tingkat global. BRI, kata dia, akan terus mendukung UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan menciptakan nilai tambah.

KAINRATU juga membuka layanan desain kustom dan motif seragam bagi perusahaan, instansi pemerintah, hingga lembaga pendidikan. Mereka menerapkan konsep fair pricing dan menyediakan program kunjungan industri serta pelatihan menenun bagi masyarakat dan pelajar.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: radarsukabumi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top