CIREBON — Pemkot Cirebon tidak akan memberikan toleransi bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang terus menerus merugi. Opsi merger atau penggabungan hingga pembubaran perusahaan daerah yang dinilai tidak sehat sudah disiapkan sebagai langkah akhir.
Program revitalisasi ini menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Wali Kota Effendi Edo. Evaluasi dilakukan karena kondisi setiap BUMD dinilai tidak sama. Ada yang masih sehat, namun tidak sedikit yang performanya belum optimal.
Sekda Kota Cirebon, Dr Iing Daiman, mengakui masih terdapat sejumlah perusahaan daerah yang kondisinya kurang sehat. Saat ini, Pemkot tengah melakukan penilaian secara menyeluruh sebelum menentukan kebijakan lanjutan.
Beberapa perusahaan daerah seperti Perumda Air Minum (PDAM) dan Perumda Pasar Berintan dinilai masih menunjukkan kondisi yang relatif baik. Sementara itu, BUMD lain seperti PD Pembangunan dan Perumda Farmasi Ciremai masih menjadi fokus evaluasi pemerintah.
"Setiap BUMD memiliki kondisi yang berbeda. Ada yang sehat, ada pula yang perlu pembenahan. Karena itu evaluasi dilakukan secara menyeluruh agar langkah yang diambil benar-benar tepat," ujar Iing.
Pemkot tidak ingin perusahaan daerah hanya menjadi beban APBD tanpa memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh karena itu, revitalisasi menjadi keniscayaan yang harus dijalankan.
Jika setelah evaluasi menyeluruh ditemukan BUMD yang tidak bisa diperbaiki kinerjanya, Pemkot Cirebon tidak segan untuk mengambil langkah tegas. Merger dengan BUMD lain yang lebih sehat atau pembubaran total menjadi opsi yang sudah disiapkan.
Langkah ini diharapkan bisa menyelamatkan keuangan daerah dan memastikan setiap perusahaan daerah yang beroperasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Cirebon.