PURWAKARTA — Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, mengeluarkan imbauan khusus kepada orang tua kandung bayi yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam tas laptop. Ia memastikan tidak ada yang perlu ditakutkan, terutama jika alasan pembuangan bayi tersebut dilatarbelakangi persoalan ekonomi.
“Andaikan pasangan ini mengalami kesulitan-kesulitan ekonomi, jangan khawatir nanti bayi itu ada yang urus,” ucap Om Zein dalam video yang diunggah di akun TikTok @omzein_bupatiaing, dikutip Rabu (29/7/2026).
Bayi malang itu pertama kali ditemukan oleh warga di kawasan Purwakarta dalam kondisi terbungkus dan dimasukkan ke dalam tas laptop. Temuan mengejutkan ini langsung dilaporkan ke pihak berwenang dan bayi segera dievakuasi ke Puskesmas Munjuljaya untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga saat ini, kondisi bayi dilaporkan stabil dan tengah menjalani perawatan intensif. Pihak puskesmas belum memberikan keterangan lebih rinci mengenai identitas atau ciri-ciri khusus bayi tersebut untuk melindungi proses penyelidikan.
Dalam pernyataannya, Om Zein menekankan bahwa pemerintah daerah tidak akan menuntut atau mempersulit orang tua kandung. Sebaliknya, ia membuka pintu komunikasi selebar-lebarnya agar pasangan tersebut berani mengungkapkan identitas diri.
“Saya minta orang tua kandung bayi itu segera menghubungi saya. Pemerintah akan memastikan bayi tersebut tetap mendapatkan perawatan dan masa depannya terjamin,” kata Om Zein.
Ia menambahkan, langkah ini diambil demi kepentingan terbaik bagi sang bayi. Dengan diketahui asal-usulnya, pemerintah bisa menyusun rencana pendampingan dan perlindungan jangka panjang, baik melalui jalur adopsi resmi maupun program bantuan sosial.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta juga dikabarkan telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) setempat untuk memberikan pendampingan psikologis kepada orang tua jika nantinya melapor. Langkah hukum terhadap kasus penelantaran bayi tetap menjadi ranah kepolisian, namun Pemkab Purwakarta memprioritaskan aspek kemanusiaan dan perlindungan anak.
“Kami tidak ingin ada pihak yang takut melapor karena ancaman hukum. Yang terpenting saat ini adalah keselamatan bayi dan kepastian masa depannya,” ujar Om Zein menegaskan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang mengaku sebagai orang tua kandung bayi tersebut. Masyarakat yang memiliki informasi diminta segera melapor ke puskesmas terdekat atau menghubungi nomor aduan yang disediakan Pemkab Purwakarta.