JAWA BARAT — JLab, brand yang selama ini dikenal lewat produk audio seperti headphone, kini merambah aksesori PC dengan merilis Epic Wireless Mouse. Mouse ini menyasar pengguna yang butuh perangkat produktif untuk kerja harian dan sesekali bermain game ringan. Produk ini sudah tersedia di Best Buy dan mendapat banyak ulasan positif dari konsumen.
Satu hal yang membedakan Epic Wireless Mouse dari kompetitor di kelasnya adalah keberadaan layar OLED kecil di bodi atas. Layar ini menampilkan informasi seperti level baterai, perangkat yang terhubung, dan profil DPI yang aktif. Fitur ini jarang ditemukan di mouse sekelasnya dan membantu pengguna memantau status tanpa perlu membuka aplikasi.
Tombol-tombolnya juga dirancang senyap (silent click), cocok untuk digunakan di ruang kerja bersama atau saat larut malam tanpa mengganggu orang lain. Lewat aplikasi JLab Work, pengguna bisa memetakan ulang fungsi sembilan tombol yang tersedia sesuai kebutuhan, mulai dari shortcut copy-paste hingga makro untuk game.
JLab Epic Wireless Mouse memiliki harga listing resmi USD 59,99 (sekitar Rp 990 ribu). Saat artikel ini ditulis, produk sedang didiskon oleh penjual pihak ketiga di Best Buy menjadi USD 51,77 (sekitar Rp 854 ribu). Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan produk ini di pasar Indonesia. Sebagai alternatif, JLab juga menjual varian mouse ergonomis lain yang lebih terjangkau di toko yang sama.
Dalam ulasan di Best Buy, setidaknya 114 pengguna memberikan rating bintang lima untuk mouse ini. Beberapa di antaranya membandingkan langsung performanya dengan Logitech MX Vertical yang dibanderol USD 119,99 (sekitar Rp 1,98 juta). Meski harga JLab hanya separuhnya, klaim pengguna menyebut performa sensor dan kenyamanan ergonomisnya setara untuk penggunaan harian. Namun, perlu dicatat bahwa MX Vertical memiliki desain vertikal yang lebih ekstrem untuk mengurangi tekanan pergelangan tangan, sementara JLab Epic Wireless Mouse mengusung bentuk ergonomis standar yang lebih universal.
JLab Epic Wireless Mouse cocok untuk pekerja kantoran, freelancer, atau mahasiswa yang membutuhkan mouse nirkabel dengan fitur lengkap tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Dukungan koneksi ke tiga perangkat sekaligus dan baterai tahan lama membuatnya praktis untuk pengguna multi-perangkat. Namun, bagi gamer kompetitif yang membutuhkan polling rate tinggi atau sensor dengan akurasi ekstrem, mouse ini mungkin kurang ideal karena DPI maksimalnya hanya 2.400.