JAWA BARAT — Kemegahan partai puncak turnamen pramusim ini semakin terasa karena kedua tim tak pernah tersentuh kekalahan. Persib, yang menguasai edisi perdana turnamen pada 2015, berambisi mengulang sukses tersebut di hadapan pendukungnya. Sementara bagi Persebaya, laga ini menjadi penebusan atas kekalahan di final 2019 sekaligus perburuan gelar perdana mereka.
“Kami senang bisa berada di final. Kami akan berusaha memberikan penampilan yang terbaik,” ujar gelandang Persib, Luciano Guaycochea, dilansir dari situs resmi klub.
Kemenangan terbesar Persib terjadi pada 20/04/2024 dengan skor telak 3-1. Sebaliknya, Persebaya sempat membalas dengan kemenangan 4-1 pada 01/03/2025. Pada pertemuan teranyar, 02/03/2026, kedua tim bermain imbang 2-2 di kandang Persebaya.
Di kubu lawan, Persebaya mengandalkan skema 4-2-3-1. Ernando Ari menjadi penjaga gawang utama, dengan lini pertahanan diisi Arief Catur Pamungkas, Risto Mitrevski, Yuran Fernandes, dan Jefferson. Gledson Paixao serta Toni Firmansyah beroperasi sebagai double pivot. Francisco Rivera, Malik Risaldi, dan Miguel Pereira mendukung penyerang tunggal Yann Mabella.
Persebaya menunjukkan kegigihan serupa dengan menyapu bersih tiga laga terakhir. Kemenangan tipis 1-0 atas Arema FC pada 04/08/2026 menjadi modal berharga. Namun, hasil imbang 2-2 melawan PSIS Semarang pada 19/07/2026 menjadi catatan yang perlu diwaspadai.
Dengan statistik dan motivasi yang berimbang, final ini diprediksi berjalan ketat. Pertarungan lini tengah antara Guaycochea dan Rivera bakal menjadi kunci untuk mendikte tempo permainan.