Kapolda Riau dan Forkopimda Lakukan Patroli Udara, 123 Hotspot Karhutla Terpantau di Tiga Kabupaten

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:44:01 WIB
Kapolda Riau bersama Forkopimda memimpin patroli udara untuk memantau kondisi terkini titik api di tiga kabupaten rawan karhutla.

JAWA BARAT — Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal, memimpin langsung penerbangan patroli bersama unsur Forkopimda. Langkah ini diambil untuk mendapatkan gambaran akurat mengenai kondisi terkini di lapangan, sekaligus mengecek kesiapan personel dan sarana prasarana pemadaman yang telah dikerahkan.

Fokus Penanganan di Wilayah Rawan Penyebaran Api

Pemilihan rute patroli udara bukan tanpa alasan. Indragiri Hulu, Siak, dan Indragiri Hilir selama ini menjadi langganan munculnya titik api dalam jumlah signifikan. Kondisi lahan gambut yang kering di musim kemarau membuat api mudah menyebar dan sulit dipadamkan dari permukaan tanah.

Dari udara, tim gabungan dapat mengidentifikasi secara langsung area yang berasap tebal dan titik api yang masih menyala. Data visual ini menjadi acuan bagi tim darat untuk memprioritaskan lokasi pemadaman. Koordinasi antara patroli udara dan satuan tugas (satgas) di lapangan menjadi kunci untuk memastikan api tidak meluas ke area permukiman atau perkebunan warga.

Pengerahan Satgas Darat dan Upaya Pembasahan Lahan

Pemadaman tidak hanya mengandalkan pantauan dari udara. Di darat, satgas gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan masyarakat peduli api (MPA) telah dikerahkan. Mereka melakukan upaya pembasahan lahan gambut dengan pompa air dan penyemprotan langsung ke titik api.

“Pemadaman dari udara dengan water bombing tetap dilakukan jika titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau. Namun, upaya pembasahan lahan gambut secara manual terus digencarkan karena lebih efektif untuk memadamkan api di lapisan bawah tanah,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, dalam keterangannya.

Upaya Pencegahan Melalui Penegakan Hukum

Selain pemadaman, langkah preventif juga terus dilakukan. Polda Riau menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan, baik disengaja maupun karena kelalaian. Patroli rutin dan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar area rawan terus ditingkatkan.

Data dari Satgas Karhutla menunjukkan mayoritas kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia, seperti membuka lahan dengan cara dibakar. Karena itu, sosialisasi dan penegakan hukum berjalan beriringan untuk menekan jumlah hotspot. Hingga saat ini, status siaga darurat karhutla masih diberlakukan di Provinsi Riau untuk mengerahkan seluruh sumber daya secara maksimal.

Kapolda meminta seluruh pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di area rawan karhutla, untuk bertanggung jawab menjaga lahannya. Jika ditemukan titik api di konsesi perusahaan, sanksi tegas akan dijatuhkan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top