Industri Jabar Serap 1,14 Juta Pekerja, 800 Ribu Lowongan Baru Menanti dari 3.711 Proyek

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:52:31 WIB
Proyek industri di Jawa Barat diproyeksikan menyerap 799.999 tenaga kerja baru dari 3.711 proyek yang tengah direalisasikan.

BANDUNG — Peluang kerja di sektor manufaktur Jawa Barat masih terbuka lebar. Dari total 3.711 proyek industri yang sedang dibangun atau direalisasikan, kebutuhan tenaga kerja diproyeksikan mencapai 799.999 orang, hampir menyamai jumlah total pekerja yang sudah terserap saat ini.

Proyeksi kebutuhan terbesar berasal dari industri barang dari kulit dan alas kaki yang membutuhkan 202.906 tenaga kerja. Disusul sektor tekstil dengan 157.301 lowongan, serta industri logam, mesin, dan elektronika yang membutuhkan 94.188 pekerja.

Industri Pakaian Jadi dan Alas Kaki Masih Dominan

Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar menunjukkan industri pakaian jadi menyerap 217.837 orang, menjadikannya sektor dengan serapan tertinggi saat ini. Industri kulit dan alas kaki menyusul dengan 195.000 pekerja, dan tekstil menyerap 160.984 orang.

Sektor kendaraan bermotor, trailer, dan semi-trailer mempekerjakan 132.446 orang, sementara industri makanan menyerap 112.460 tenaga kerja. Sisanya tersebar di berbagai sektor industri lain di seluruh wilayah Jabar.

Menariknya, sebagian kebutuhan tenaga kerja baru itu sudah terpetakan. Hasil pendataan Pemprov Jabar mencatat setidaknya 5.616 tenaga kerja dibutuhkan untuk industri yang diproyeksikan mulai beroperasi pada 2026. Kebutuhan tersebut tersebar di Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bogor, Bandung, Subang, Indramayu, Sukabumi, Cianjur, Cirebon, Kota Bekasi, Kota Bandung, dan Depok.

Platform Nyari Gawe untuk Pertemukan Pencari Kerja dan Perusahaan

Untuk menjembatani kebutuhan itu, Pemprov Jabar mengembangkan platform digital bernama Nyari Gawe. Platform ini dirancang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan sekaligus membangun talent pool agar kompetensi calon pekerja bisa dicocokkan dengan kebutuhan industri.

Persoalan yang masih dihadapi adalah ketergantungan industri terhadap bahan baku dan komponen impor. Kondisi ini membuat industri rentan terhadap perubahan nilai tukar, gangguan logistik internasional, hingga dinamika geopolitik.

Rantai Pasok Lokal Jadi Pekerjaan Rumah

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar Nining Yuliastuti menegaskan penguatan rantai pasok menjadi pekerjaan penting agar pertumbuhan industri tidak berhenti pada kegiatan perakitan.

"Rantai pasok untuk kebutuhan suku cadang dan perakitan kendaraan saat ini lebih banyak mengandalkan impor. Kondisi ini menunjukkan rantai pasok di tingkat lokal belum terbentuk secara optimal. Pemprov Jabar sedang mengembangkan sistem yang terjaga keberlanjutannya," ujar Nining.

Pemerintah mendorong industri besar membuka kebutuhan komponen yang bisa dipenuhi industri lokal. Jabar saat ini memiliki 13.796 IKM yang berpotensi menjadi pemasok komponen, bahan baku, maupun jasa penunjang bagi industri besar. IKM didorong meningkatkan kualitas produk, standardisasi, sertifikasi, dan kapasitas produksi, sekaligus memperkuat digitalisasi serta fasilitasi kemitraan dan business matching.

Investasi Kendaraan Listrik Mulai Masuk

Selain industri padat karya seperti tekstil, pakaian jadi, dan alas kaki, Jabar kini mulai dilirik investor untuk sektor kendaraan listrik, baterai, semikonduktor, elektronika, industri berbasis digital, hingga industri hijau. Investasi yang masuk diharapkan memberikan efek berganda bagi pelaku usaha lokal melalui penguatan rantai pasok dalam negeri.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: jabar.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top