JAWA BARAT — Kabar ini datang dari upaya Voxan, pabrikan asal Monako, yang memang fokus mengembangkan motor listrik berperforma ekstrem. Dalam pengujian resmi yang digelar di lintasan, Wattman berhasil menembus kecepatan yang sebelumnya hanya bisa dicapai oleh mobil-mobil super bermesin besar. Koenigsegg Agera RS sendiri dikenal sebagai salah satu mobil produksi tercepat di dunia dengan rekor top speed di atas 440 km/jam.
Wattman bukan motor produksi massal yang bisa dibeli di dealer. Ini adalah purwarupa (prototype) yang dirancang khusus untuk memecahkan rekor. Bannya punya konstruksi khusus, aerodinamika dirancang di terowongan angin, dan tenaganya jauh di atas motor listrik jalan raya mana pun.
Tenaga puncak yang dihasilkan diperkirakan menembus angka 300 kW atau setara lebih dari 400 tenaga kuda. Angka ini membuat Wattman masuk kategori kendaraan listrik paling beringas yang pernah dibuat untuk melaju di lintasan lurus.
Koenigsegg Agera RS memegang rekor dunia untuk mobil produksi dengan kecepatan rata-rata 447 km/jam dalam dua kali lintasan. Voxan mengklaim Wattman mampu melaju lebih cepat dari angka tersebut. Jika benar, ini adalah pertama kalinya sebuah motor listrik mengalahkan hypercar berbahan bakar bensin dalam urusan kecepatan murni.
Perbedaan mencolok ada pada rasio tenaga terhadap bobot. Agera RS mengandalkan mesin V8 5.0 liter twin-turbo, sementara Wattman mengandalkan motor listrik dengan torsi instan. Karakter torsi listrik inilah yang memungkinkan akselerasi dan kecepatan akhir luar biasa tanpa perlu putaran mesin tinggi.
Pencapaian ini masih menunggu sertifikasi resmi dari Guinness World Records atau FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme). Voxan sendiri belum merilis data teknis lengkap seperti daya puncak aktual, tegangan baterai, atau rasio final drive yang digunakan saat rekor.
Yang jelas, langkah Voxan menunjukkan bahwa era elektrifikasi tidak hanya soal efisiensi energi. Pabrikan ini membuktikan motor listrik bisa menjadi alat pemecah rekor kecepatan paling ekstrem di dunia.