DPRD Jabar Minta Rekayasa Lalu Lintas Truk Sampah ke PSEL Legok Nangka Disiapkan, Ada 2.000 Ton per Hari

Penulis: Jefri Siahaan  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:34:32 WIB
Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna mendorong kesiapan rekayasa lalu lintas truk pengangkut sampah menuju PSEL Legok Nangka.

Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna mendorong kesiapan rekayasa lalu lintas truk pengangkut sampah menuju Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung. Pasalnya, fasilitas ini diproyeksikan menampung sekitar 2.000 ton sampah per hari dari enam kabupaten/kota di Bandung Raya.

BANDUNG — Rencana operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Legok Nangka menuntut kesiapan infrastruktur pendukung, terutama jalur distribusi truk pengangkut sampah. Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna menegaskan pengaturan akses jalan menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan sebelum fasilitas beroperasi penuh.

Menurut Buky, volume sampah yang masuk ke PSEL nantinya sangat besar sehingga berpotensi mengganggu mobilitas warga jika tidak diantisipasi sejak awal. "Yang kami pikirkan adalah bagaimana mengatur lalu lintas truk, karena setiap hari ada 2.000 ton sampah yang dikirim," katanya di Bandung, Rabu.

Jalur Truk Sampah Jangan Ganggu Aktivitas Warga

Buky menjelaskan pengiriman sampah akan melibatkan enam kabupaten/kota di kawasan Bandung Raya. Ia menekankan rekayasa lalu lintas harus dirancang agar aktivitas pengangkutan tidak mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat di sepanjang jalur yang dilalui.

"Nah, ini juga harus dipikirkan. PR-nya adalah bagaimana akses jalan dan sebagainya," ujarnya. Ia menambahkan, kesiapan akses jalan dan rekayasa lalu lintas perlu dibangun bersamaan dengan konstruksi fasilitas utama agar distribusi sampah langsung berjalan lancar saat PSEL mulai beroperasi.

Kabupaten Bandung Siap Kirim 500 Ton Sampah per Hari

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan PSEL Legok Nangka beserta kebutuhan penunjangnya. Pada tahap awal, Kabupaten Bandung diperkirakan mengirim sekitar 400-500 ton sampah per hari ke fasilitas tersebut.

"Yang pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten Bandung siap mendukung, baik yang di Legok Nangka, di Sarimukti, maupun yang direncanakan di PSEL Margaasih nanti," kata Dadang. Volume kiriman sampah dari Kabupaten Bandung disebutnya bisa menyesuaikan pembagian layanan dengan TPPAS Sarimukti dan rencana PSEL Margaasih.

"Kalau kita berbicara di awal sih sekitar 400-500 ton per hari. Tapi kalau nanti dibagi ke Sarimukti dan juga Margaasih, saya kira ini bisa terbagi," ujarnya.

Produksi Sampah Bandung Capai 1.800 Ton per Hari

Dadang menambahkan, kebutuhan fasilitas pengolahan sampah semakin mendesak seiring pertumbuhan penduduk Kabupaten Bandung yang diperkirakan segera mencapai empat juta jiwa. Saat ini, produksi sampah daerah tersebut mencapai sekitar 1.800 ton per hari.

Keberadaan PSEL Legok Nangka diharapkan mampu memperkuat kapasitas pengelolaan sampah di kawasan Bandung Raya. Selain itu, koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan instansi terkait diperlukan untuk menyusun sistem distribusi sampah yang efisien dari daerah pengirim menuju PSEL.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top