Wisata Kesehatan Korea Selatan Tumbuh 66,5 Persen, Klinik Kecantikan Jadi Primadona

Penulis: Jefri Siahaan  •  Selasa, 08 September 2026 | 17:05:31 WIB
Wisatawan mancanegara memadati klinik kecantikan di Seoul, Korea Selatan, yang menjadi pusat layanan wisata kesehatan.

JAWA BARAT — Korea Selatan makin mengukuhkan diri sebagai destinasi utama wisata kesehatan Asia. Data The Korea Herald, Selasa (8/9/2026), mencatat belanja kartu kredit wisatawan mancanegara untuk layanan medis dan produk terkait melonjak signifikan sepanjang tahun ini.

Lonjakan permintaan ini tidak lepas dari reputasi Negeri Ginseng yang sudah lama dikenal sebagai pusat operasi plastik dan perawatan dermatologis. Turis dari China, Jepang, dan Taiwan menjadi penyumbang utama kunjungan ke klinik-klinik kecantikan di sana.

Belanja Turis Didominasi Perawatan Kulit

Data Juli 2026 menunjukkan 54,9 persen pengeluaran turis asing dihabiskan untuk produk dermatologis. Sementara itu, 19,3 persen lainnya digunakan untuk prosedur operasi plastik.

Presiden Korean Association of Plastic Surgeon, Bang Jun-Seop, mengungkapkan bahwa 70 persen pasien di klinik operasi plastik Korea Selatan adalah turis asing. Setiap negara memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda.

"Pasien dari Jepang, Taiwan, China, Singapura dan Thailand tertarik dengan operasi plastik dan dermatologis. Sedangkan turis dari Kazakhstan, Kanada dan Mongolia sering datang ke Korea untuk mencari perawatan penyakit serius seperti kanker," demikian pernyataan dari Korea Health Industry Development Institute.

Seoul Mendominasi, Busan Menyusul

Ibu kota Korea Selatan menjadi tujuan favorit wisatawan medis. Sebanyak 86,8 persen pengeluaran turis asing tercatat di Seoul, sementara Busan hanya menyerap 6,4 persen di posisi kedua.

Konsentrasi rumah sakit besar, klinik kecantikan, dan kemudahan akses transportasi membuat Seoul menjadi pilihan utama. Kawasan Gangnam dan Apgujeong dikenal sebagai klaster klinik estetika dengan standar internasional.

Indonesia Ikut Tumbuh, Klinik Estetika Bertambah 60 Persen

Geliat wisata kesehatan juga terasa di pasar domestik. Riset menunjukkan pasar medical aesthetics Indonesia diperkirakan mencapai USD 495 juta pada 2029, hampir dua kali lipat dari USD 257 juta yang tercatat pada 2023.

Proyeksi itu setara pertumbuhan sekitar 11,5 persen per tahun. Jumlah klinik estetika berizin di Indonesia tercatat naik sekitar 60 persen sepanjang 2020 hingga 2025, menandakan industri ini semakin serius dikelola.

Bagi traveler yang berencana menjalani perawatan kesehatan di Korea Selatan, persiapan matang diperlukan. Pastikan memilih klinik yang terdaftar resmi di Korean Health Industry Development Institute (KHIDI) dan konsultasikan prosedur yang diinginkan sebelum berangkat.

Waktu antrean untuk prosedur populer seperti operasi kelopak mata atau perawatan kulit bisa mencapai beberapa minggu di klinik ternama. Membuat janji via email atau platform konsultasi daring jauh sebelum kedatangan sangat disarankan.

Durasi ideal tinggal di Seoul untuk wisata kesehatan adalah 7-10 hari, mencakup waktu konsultasi awal, prosedur, dan pemulihan. Kombinasikan dengan kunjungan ke istana Gyeongbokgung atau distrik Myeongdong untuk pengalaman yang lebih utuh.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top