BANDUNG — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menutup rangkaian Bazmut di Lapangan Puter, Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong. Tiga kecamatan lain—Cidadap dan Bojongloa Kaler—menggelar bazar serentak di hari yang sama.
Bazmut menyediakan beras SPHP, telur, daging ayam, sayur-mayur, dan Minyakita. Beras SPHP disubsidi lewat Bulog, sementara komoditas lain mendapat diskon dari distributor dan pelaku usaha.
Farhan memastikan stok bahan pokok di Kota Bandung tidak mengalami kelangkaan. Namun ia mengakui pasokan beras premium mulai terbatas karena permintaan pasar yang tinggi.
"Kalau ditanya apakah beras langka, tidak. Beras tersedia. Tetapi untuk beras premium memang sedang lebih sulit ditemukan karena mekanisme pasar dan permintaannya tinggi. Sementara beras SPHP dikendalikan pemerintah sehingga tetap tersedia," jelas Farhan.
Ia menekankan distribusi barang kebutuhan pokok ke Kota Bandung harus tetap lancar. Menurutnya, kondisi harga di Kota Bandung sangat bergantung pada kelancaran distribusi.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Ronny Ahmad Nurudin menyebut tiga komoditas paling diburu: beras, Minyakita, dan telur. Telur menjadi sumber protein paling terjangkau bagi warga.
Antusiasme warga tercatat tinggi. Setiap titik bazar dikunjungi 200 hingga 250 orang, dengan total pengunjung selama program mencapai sekitar 7.000 orang.
"Untuk omzet sampai hari kemarin mencapai Rp1,9 miliar. Dengan tambahan tiga titik hari ini, kurang lebih total omzetnya mencapai Rp2,2 miliar," ujar Ronny.
Pelaksanaan bazar melibatkan Perum Bulog, pelaku UMKM sektor pertanian, distributor pangan, perajin tangan, hingga mitra ritel modern. Kolaborasi itu membuat harga komoditas rata-rata 20 persen lebih murah dibanding pasaran.
Farhan menegaskan Bazmut bukan sekadar upaya mengendalikan inflasi. Program ini memberi kesempatan warga memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih ringan di tengah dinamika pasar.
"Hari ini di Lapangan Puter kita menggelar Bazar Murah Bandung Utama. Bazar Murah ini digelar selama dua minggu berturut-turut. Tujuannya untuk membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap barang-barang murah yang kita subsidi," ujar Farhan.