JAWA BARAT — iPhone Duo resmi meluncur dan langsung berhadapan dengan Samsung Galaxy Z Fold8 di segmen foldable buku. Keduanya mengusung form factor yang sama, tapi pendekatan Apple dan Samsung ke spesifikasi justru berbeda cukup jauh.
Berikut perbandingan head-to-head berdasarkan data spesifikasi resmi kedua produsen dan laporan GSMArena.
Selisih paling kentara ada di bodi. Galaxy Z Fold8 berbobot 201 gram, sementara iPhone Duo mencapai 254 gram — beda 53 gram yang terasa signifikan saat dipakai satu tangan dalam waktu lama.
Ketebalan saat terlipat juga berpihak ke Samsung: 9,7 mm versus 11,3 mm di iPhone Duo. Selisih 1,6 mm mungkin terdengar kecil di atas kertas, tapi di kantong celana, foldable setipis itu terasa bedanya.
Layar luar iPhone Duo berukuran 5,4 inci, sedikit lebih kecil dari 5,5 inci milik Galaxy Z Fold8. Saat dibentangkan, keduanya sama-sama menyuguhkan panel 7,6 inci dengan refresh rate 120Hz dan peak brightness 3.000 nits.
Pembeda teknisnya ada di kamera depan. iPhone Duo memakai under display camera (UDC) yang Apple sebut FaceTime Camera — teknologi yang justru sudah ditinggalkan Samsung di seri tahun ini. Konsekuensinya, layar iPhone Duo lebih mulus tanpa punch hole, tapi kualitas selfie UDC biasanya kalah dari kamera konvensional. Perlu pengujian lebih lanjut untuk membuktikan apakah Apple berhasil memperbaiki kelemahan klasik UDC.
iPhone Duo ditenagai chip Apple A20 Pro, sedangkan Galaxy Z Fold8 mengandalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy — versi overclock khusus Samsung.
Soal RAM, Samsung terbuka dengan kapasitas hingga 16 GB dan storage 1 TB. Apple tidak mengungkap RAM resmi iPhone Duo, tapi laporan GSMArena menyebut angkanya 12 GB dengan storage sampai 2 TB. Artinya, untuk kreator yang butuh ruang penyimpanan besar, iPhone Duo menang di kapasitas maksimum.
Apple tidak menyebut kapasitas baterai iPhone Duo. Yang dipublikasikan hanya klaim daya tahan: 31 jam pemutaran video lewat layar dalam dan 44 jam lewat layar luar.
Samsung lebih transparan dengan baterai 4.800 mAh yang diklaim bertahan sampai 26 jam pemutaran video. Di atas kertas klaim Apple lebih tinggi, tapi tanpa angka kapasitas, sulit memverifikasi apakah itu hasil efisiensi chip A20 Pro atau memang baterai fisik yang lebih besar.
Dua-duanya tidak dibekali lensa telephoto khusus — keterbatasan ruang yang masih jadi kompromi di form factor lipat.
Untuk video, iPhone Duo merekam 4K hingga 120 FPS dengan Dolby Vision. Galaxy Z Fold8 menawarkan resolusi sampai 8K 30 FPS, tapi perekaman 4K-nya terbatas di 60 FPS. Kalau prioritasmu video slow-motion 4K, iPhone Duo lebih unggul. Kalau butuh 8K untuk cropping, Samsung jawabannya.
iPhone Duo menjalankan iOS 27.1 dan akan mendukung Apple Pencil USB-C mulai akhir tahun ini. Galaxy Z Fold8 pakai One UI 9 berbasis Android 17, lengkap dengan Multi Window dan Samsung DeX.
Ini poin yang cukup mengejutkan: Galaxy Z Fold8 tidak mendukung S Pen, padahal seri Fold sebelumnya identik dengan stylus. Sebaliknya, iPhone Duo justru baru masuk ke ekosistem stylus. Untuk pengguna yang butuh catatan tangan atau sketsa, iPhone Duo kini jadi pilihan yang sebelumnya tidak ada di dunia iPhone.
Harga resmi iPhone Duo di Indonesia belum diumumkan Apple. Begitu pula Galaxy Z Fold8 — belum ada informasi harga OTR untuk pasar lokal. Keduanya juga belum dikonfirmasi tanggal ketersediaan resminya di Indonesia.
Sebagai gambaran, foldable di segmen ini biasanya dijual di kisaran puluhan juta rupiah. Pantau pengumuman resmi sebelum mengambil keputusan.
iPhone Duo:
Samsung Galaxy Z Fold8:
Galaxy Z Fold8 menang telak di aspek portabilitas — 53 gram lebih ringan dan 1,6 mm lebih tipis adalah selisih yang terasa setiap hari. Ditambah RAM 16 GB dan ekosistem DeX, foldable ini lebih cocok untuk pengguna Android yang butuh produktivitas mobile serius.
iPhone Duo menang di kapasitas storage 2 TB, dukungan Apple Pencil, dan perekaman 4K 120 FPS. Cocok untuk kreator konten yang sudah terikat ekosistem Apple dan butuh ruang penyimpanan besar.
Yang perlu dicatat: Galaxy Z Fold8 kehilangan dukungan S Pen, dan iPhone Duo masih menyimpan misteri soal kapasitas baterai serta kualitas kamera UDC. Tunggu review mendalam dan harga resmi Indonesia sebelum memutuskan.